Kang Adiwijaya

Kang Adiwijaya

This user hasn't shared any profile information

Home page: http://adiwijaya.staff.telkomuniversity.ac.id

Posts by Kang Adiwijaya

Kebangkitan Nasional Melalui Pembangunan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

2

Photo : Pendidik harus menjadi role model

 

Salah satu tantangan yang muncul dalam laporan World Economic Forum terkait dengan daya saing global (2019) yaitu pentingnya keseimbangan antara integrasi teknologi dan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan produktivitas. Sumber daya manusia merupakan faktor kunci dalam menghadapi perkembangan teknologi. Proses pembentukan SDM yang memiliki kualitas terbaik serta berdaya saing tinggi yang mampu menghadapi  persaingan global menjadi modal dasar yang harus diutamakan. Generasi dan masyarakat yang mampu menyelaraskan antara kemajuan teknologi dengan penyelesaian masalah sosial melalui system yang terintegrasi menjadi inti dalam Society 5.0 atau masyarakat 5.0.  Pengembangan dan pemanfaatan teknologi harus berorientasi pada kebutuhan manusia (Human-centered Technology).

Perubahan yang sangat cepat dan persaingan yang sangat ketat  menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi  ditengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Diperlukan kemampuan untuk meningkatkan kapasitas diri untuk menjadi manusia yang lebih adaptif dan handal agar bisa bertahan serta mampu memberikan kontribusi untuk bangsa ini.

Kondisi ini disadari betul  oleh banyak instansi, bahwa untuk menjaga keberlanjutan usahanya diperlukan upaya untuk menciptakan budaya (culture) positif bagi para pegawainya. Namun demikian, terkadang “gagal fokus” karena budaya hanya dipandang sebagai pengetahuan tambahan. Sebaik apapun strategi, jika tidak didukung budaya kerja dari para pegawainya maka instansi tersebut akan mengalami kesulitan dalam menjaga keberlanjutan usahanya. Dalam kehidupan berbudaya dan bermasyarakat, kebiasaan seseorang (habit) merupakan  tindakan individu yang dilakukan secara terus menerus, sedangkan budaya (culture) adalah kebiasaan yang menjadi ciri suatu masyarakat dalam lingkungan tertentu. Kebiasaan seseorang (habit)  akan  mempengaruhi dirinya, dan terus akan mempengaruhi lingkungan yang lebih besar, sehingga akhirnya menjadi budaya suatu masyarakat bahkan suatu bangsa. 

Kemajuan suatu bangsa  sangat bergantung dari kebiasaan individu-individu di dalamnya dan budaya dari masyarakatnya. Membangun budaya yang baik dari suatu bangsa adalah syarat cukup untuk membangun peradaban yang berkelanjutan dari bangsa tersebut. Dengan demikian, untuk menuju ke arah tersebut, kebiasaan setiap individu di dalamnya harus dipupuk ke arah yang lebih baik.  

Di masa pandemi COVID-19 telah memaksa sebagian besar dari kita ke dalam isolasi dan mendefinisikan kembali “kondisi normal” dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan. Sebagian besar dari kita bekerja dari rumah, hal ini membawa tantangan baru dalam menjaga kehidupan kerja kita berbeda dari kehidupan pribadi kita. Dengan kondisi sekarang ini, mungkin akan menjadi kebiasaan (habit) pada masa mendatang, paska pandemic. Efek pandemi terkadang bisa membuat kita kehilangan motivasi. Padahal bekal kemampuan dan motivasi yang tinggi akan dapat melahirkan berbagai peluang untuk kita. Peluang ini tak layak ditunggu, namun harus diburu dan diciptakan. Saat ini, banyak orang beranggapan bahwa kita harus menghindari suatu masalah, padahal dari setiap masalah selalu ada peluang yang bisa manfaatkan dan memberikan kontribusi positif yang dampaknya tidak hanya untuk diri sendiri bahkan juga untuk orang lain. Setelah masa pandemi berakhir, akan sangat banyak bermunculan peluang usaha baru, yang kemungkinan belum terpikirkan sebelumnya. Karena itu, memaksimalkan kombinasi dari kemampuan, motivasi dan pemanfaatan peluang merupakan kebiasaan yang signifikan dalam membentuk budaya yang baik.

Untuk menciptakan budaya yang baik maka dibutuhkan peningkatan kapasitas diri sendiri, kita perlu melakukan continuous quality improvement (peningkatan kualitas diri secara berkelanjutan). Perlu disadari, bahwa dalam diri kita ini selalu ada room for improvement. Apabila kita menelisik diri kita masing-masing pasti selalu ada kesempatan untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri (muhasabah). Kita seyogyanya bisa melakukan introspeksi (evaluasi diri) dan melakukan pengukuran terhadap performansi kinerja masing-masing.  Kenapa hal tersebut penting? Karena kita tidak akan pernah bisa melakukan peningkatan kualitas apabila kita tidak pernah tahu ukuran kualitas diri kita masing-masing. Dengan melakukan dua hal ini, Self Evaluation dan Performance Measurement, kedepan kita akan bisa melakukan Continuous Quality Improvement untuk diri kita masing-masing, sehingga kapasitas kita meningkat.

Harapannya, dengan  peningkatan kapasitas diri akan menghasilkan  nilai (value) yang baik untuk bangsa ini. Bagaimana caranya membangun budaya sehingga bisa memberikan dampak (value) yang besar? Yang pertama, perlu adanya self awareness dari kita sehingga kita menjadi pelaku perubahan itu sendiri. Karena perubahan adalah satu hal yang pasti, jika tidak bisa menyesuaikannya kita akan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Menjadi pelaku perubahan artinya setiap individu tak cukup merasa terinspirasi dari suatu kejadian atau pembicaraan, tetapi juga harus berusaha bagaimana selanjutnya bisa menginspirasi lingkungan disekitarnya. Yang kedua, kita perlu menguatkan sikap adaptive dan passionatedalam menjalankan atau menghadapi kondisi suatu keadaan apapun. Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian dan tidak berpola ini, proses adaptasi dan pantang menyerah dari suatu keadaan ini merupakan suatu keniscayaan. Kebiasaan untuk senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan adalah sesuatu  yang tidak bisa ditawar. Yang terakhir, perlu disadari bahwa kolaborasi sangat diperlukan saat ini. Dengan kompleksitas permasalahan yang tinggi, kita memerlukan seluas-luasnya sudut pandang. Karena kolaborasi dengan lingkungan sekitar sangat diperlukan sehingga kontribusi kita bisa maksimal untuk lingkungan. Satu faktor penting dalam kolaborasi adalah kemampuan komunikasi. Seharusnya komunikasi bisa melahirkan suatu komitmen bersama. Jika tidak bisa menjadi komitmen justru akan mengancam ataupun merusak kesempatan-kesempatan yang sudah datang. 

Hasil transformasi dari budaya menjadi suatu yang bernilai (Culture to Value), salah satunya  ditunjukkan dalam bentuk Service Excellence. Proses melengkapi sudut pandang sangatlah penting untuk menciptakan service excellence. Jangan hanya memikirkan diri sendiri, namun juga perhatikan orang lain sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Sustainability (keberlanjutan) menjadi penting dimasa sekarang bagi  instansi termasuk dunia pendidikan karena kepuasan para pemangku kepentingan menjadi poin yang sangat penting. Untuk menggapai kepuasan seluruh pemangku kepentingan, kita harus mampu berkreativitas, berinovasi dan bertransformasi dengan baik sehingga dapat melahirkan budaya kerja yang dampaknya tak hanya untuk diri sendiri atau lingkungannya, bahkan lebih jauh adalah untuk bangsa ini. Indonesia harus menghasilkan SDM dan generasi yang unggul, maka dengan Semangat Kebangkitan Nasional di era pandemi ini akan melekat di dada dan menjadi penguat bagi seluruh elemen masyarakat. Mari bangkit dengan senantiasa berkolaborasi dan saling menginspirasi. Mari bangkit untuk membangun generasi unggul dan berkontribusi positif untuk negeri kita, Bangsa Indonesia.

 

Telah dipublikasikan di : https://yooreka.id/levelup/prof-dr-adi-wijaya-kebangkitan-nasional-melalui-pembangunan-generasi-unggul-menuju-indonesia-emas/

Metamorfosis Dunia Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19

0
Photo: Dialog dengan orang tua mahasiswa Tel-U
 
Pandemi COVID-19, yang mengakibatkan perubahan secara tiba-tiba dalam keseharian individu dan masyarakat dalam beraktifitas, membawa perubahan yang luar biasa untuk semua bidang. Salah satu yang terdampak paling besar adalah bidang pendidikan, sehingga belajar dari rumah merupakan keniscayaan.
 
Sekitar 7,5 juta mahasiswa dan hampir 45 juta pelajar sekolah dasar dan menengah “dipaksa” melakukan pembelajaran dari rumah. Disrupsi teknologi terjadi di dunia pendidikan, di mana pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan 100 persen di sekolah secara tiba-tiba mengalami perubahan yang sangat drastis. Tidak bisa ditampik bahwa lebih dari 50 persen pelajar dan mahasiswa berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah — ini adalah data sebelum pandemi terjadi; data setelah pandemi mungkin bisa lebih besar dari itu. Seperti halnya prediksi para ekonom, pandemi ini berpotensi memperburuk kondisi berbagai sektor, terutama ekonomi masyarakat.
 
Pembelajaran dari rumah benar-benar dirasa berat bagi guru/dosen, para pelajar dan mahasiswa, bahkan orang tua. Semua lini masyarakat dipaksa bertransformasi dan beradaptasi pada kondisi pandemik ini. Banyak yang dapat dilakukan untuk setidaknya mengurangi dampak di bidang pendidikan, yakni melalui strategi pembelajaran jarak jauh (online). Bagi masyarakat yang mampu secara ekonomi, berpindah ke strategi pembelajaran online akan lebih mudah dilakukan meski pada kenyataannya pasti banyak upaya dan tantangan yang dihadapi baik oleh guru/dosen maupun para pelajar dan mahasiswa, bahkan orang tua mereka.
 
Yang paling terkena dampak adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Belum seragamnya proses pembelajaran terkait standar maupun kualitas capaian pembelajaran yang diinginkan hingga saat ini masih menjadi problematika besar di dunia pendidikan. Perubahan mendadak sistem pembelajaran yang berubah menjadi online, selain menimbulkan tekanan baik secara fisik maupun mental bagi siswa, guru, bahkan orang tua, juga membuat sekolah sulit menentukan tolok ukur capaian pembelajaran yang sama.
 
Jika pelaku dunia pendidikan tidak bertindak dengan cepat dan tepat, maka ketidaksetaraan fasilitas pembelajaran yang meliputi konektivitas internet dan peralatan komunikasi seperti laptop atau smartphone akan mengakibatkan kesenjangan yang semakin tajam.
 
Beruntung pemerintah telah mengantisipasi hal ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dengan menginisiasi program Belajar dari Rumah. Program ini akan ditayangkan di TVRI mulai 13 April 2020. TVRI, yang selama ini menjadi media satu arah dalam menyampaikan informasi publik, menjadi solusi yang inovatif ketika dimanfaatkan menjadi sumber informasi dan sumber edukasi bagi dunia pendidikan, terutama mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Positioning TVRI bergeser di benak generasi milenial pada saat ini: di kala generasi milenial sudah mulai tidak berinteraksi dengan tayangan di TVRI, siswa sekarang kembali intens mencari sumber informasi dan menjadikan media televisi sebagai sumber belajar satu arah.
 
Namun demikian, efektivitas dari program ini tentunya tidak bisa disetarakan dengan interaksi pembelajaran langsung. Perbedaan pola pembelajaran yang biasanya on-site menjadi online, yang biasanya pembelajaran tatap muka menjadi tatap layar, memunculkan peluang baru di dunia pendidikan untuk terus dikembangkan.
 
Transformasi dan adaptasi menjadikan peranan orang tua sebagai kunci keberhasilan untuk menghadapi situasi ini. Orang tua, sebagai pintu pertama perubahan ini, harus mampu beradaptasi terlebih dahulu sehingga orang tua mampu menjadi pendamping atau mentor perubahan bagi anak-anaknya di rumah. Semua orang tua berharap menjadikan anaknya orang yang terpelajar atau terdidik dengan baik (well-educated). Kenapa demikian, karena persoalan-persoalan yang akan muncul di masa depan bisa dipastikan akan bertambah kompleks dan rumit. Seseorang yang terdidik dengan baik dicirikan dengan sudut pandang yang lengkap dan perilaku yang baik dalam menghadapi berbagai masalah.
 
Oleh karena itu, masa pandemik ini menjadi sebuah peluang untuk menyadarkan setiap orang tua bahwa beban pendidikan anak tidak bisa hanya diserahkan kepada guru/dosen semata, karena sesungguhnya proses pembelajaran merupakan proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Orang tua yang menjadi mentor dan pendamping di rumah merupakan role model perubahan sikap bagi siswa dalam berperilaku dan menghadapi permasalahan saat ini. Orang tua harus mampu belajar kembali bersama anak-anak di rumah, menanamkan pola berpikir yang positif sehingga mampu menghadapi pandemi ini sebagai sebuah polah hidup baru yang harus dibiasakan untuk dijalani. Sudah sepatutnya kesadaran semacam ini muncul dari setiap elemen pendidikan, guru/dosen, para pelajar, atau mahasiswa (baca: pembelajar), termasuk orang tua. Karena sesungguhnya, pembelajaran tidak hanya fokus pada objek yang dipelajari, tetapi setiap pendidik dan pembelajar fokus juga pada bagaimana caranya berpikir dan berperilaku terhadap yang dipelajarinya. Hal ini berarti ranah pembelajaran tidak hanya mencakup keahlian/skills, juga bukan saja terhadap ilmu/knowledge tetapi juga mencakup pola pikir/mindset dalam menghadapi suatu permasalahan. Terbentuknya pola pikir yang siap leading dalam menghadapi kompleksitas dan kerumitan yang akan muncul pada masa mendatang menjadi bekal penting bagi setiap individu. Selain itu pola pikir positif merupakan syarat cukup agar seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga berperilaku yang baik pula. Pola pikir positif akan memudahkan dalam implementasi setiap materi pembelajaran yang diperlukan oleh para pembelajar (pelajar dan mahasiswa). Di sinilah peranan orang tua sebagai mentor/pendamping dan juga role model sesungguhnya.
 
Nelson Mandela pernah berkata bahwa pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Sementara itu, Malcolm X juga berpendapat bahwa pendidikan merupakan paspor untuk masa depan, karenanya hari esok merupakan milik orang-orang yang mempersiapkan diri pada hari ini. Tentunya peran kita semua adalah sebagai pendidik dan pembelajar. Suatu saat, pelajar dan mahasiswa berperan sebagai pembelajar, di saat lain mereka berperan sebagai pendidik, paling tidak untuk mendidik dirinya sendiri dalam kedisiplinan dan menanamkan kesadaran untuk terus berperilaku baik. Begitu juga guru/dosen, termasuk orang tua, tidak mungkin bisa menjadi pendidik yang baik jika tidak pernah mau menjadi pembelajar yang baik. Ali Bin Abi Thalib pun mengingatkan, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.”
 
Segala proses untuk menjadi pendidik maupun pembelajar yang baik tentunya menjadi tanggung jawab bersama. Harapannya, sejauh mana peran kita dalam mengemban amanah sebagai pendidik maupun pembelajar, tetap terbungkus rapi dalam ikhtiar maksimal yang dikelola penuh keihklasan dan kesabaran, terutama di masa pandemik ini. Semoga pandemi COVID-19 lekas berakhir, semua warga bangsa senantiasa sehat, dan proses kehidupan dapat berjalan normal kembali dengan menciptakan manusia-manusia baru yang memiliki pola pikir positif yang sarat solidaritas sosial.
 
 
Publikasi di :  https://kumparan.com/kumparantech/metamorfosis-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19-1tK7GRI8RjV/full

Eid Mubarok

0

Sahabatku semua…

Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterima-Nya serta disempurnakan-Nya.
Aamiin YRA

Selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1438 H

Mohon Maaf Lahir Bathin atas segala kesalahan dan kekhilafan..

Barakallahu Fiikum kullu Aamin wa antum bikhoir,  semoga kita dipertemukan kembali dengan romadhon berikutnya.. aamiin YRA

 

Salam, Adiwijaya & klg

Polisi Jujur

0

IMG_20160704_230049
Jenderal (Pol) Hoegeng Imam Santoso.

Beliau lahir di Pekalongan (Jawa Tengah), 14 Oktober 1921 dan wafat dalam usia 82 tahun (14 Juli 2004).

Dalam usia 47 tahun (5 Mei 1968), beliau diangkat sebagai Kapolri yg ke-5, sekaligus merupakan tokoh di Kepolisian RI yg kharismatik, daripada Kapolri yg lainnya.

Beliau terkenal Kapolri yg jujur, sederhana, tegas, disiplon dan memiliki prinsip. kata beliau “kita tak gentar menghadapi orang-orang gede siapa pun, kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Walaupun keluarga sendiri, kalau salah.. tetap kita tindak”.

Ketegasannya terlihat dalam mengusut dan menangkap pelaku, seperti halnya kasus:
* Pemerkosaan terhadap penjual telur Sumarijem (Yogya), yg mana pelakunya anak petinggi Yogya;

http://www.merdeka.com/peristiwa/hoegeng-dan-kisah-pemerkosaan-sum-kuning.html
* Penyelundupan mobil-mobil mewah bernilai milyaran rupiah oleh Robby Tjah yg dilindungi oleh pejabat-pejabat tinggi negara.

Setelah beliau dipensiunkan dalam usia 49 tahun (2 Oktober 1971), ternyata tanpa memiliki rumah, kendaraan, maupun perabotan yang mewah.
atas kebaikan Kapolri penggantinya, rumah dinas di Menteng diberikan kepada beliau, dan teman-temannya ikut patungan membelikan kendaraan ” kingswood” yg merupakan satu-satunya kendaraan yg beliau miliki.

Bahkan pernah ditawarkan sebagai duta besar di Eropa, namun beliau menolaknya dengan alasan “saya polisi dan bukanlah politikus”.

Masih adakah polisi yang jujur di Indonesia?

Jawaban GusDur saat itu, ada… yakni Polisi Hoegeng dan Polisi Tidur 🙂

Semoga akan bermunculan polisi jujur seperti beliau.. aamiin YRA

Semoga kita senantiasa termasuk orang-orang yang jujur, aamiin YRA

 

Lebaran Idul Fitri 1437 H

0

IMG_20160705_190308

Eid Mubarok

Taqobbalallohu Minna wa Minkum
Shiyamana wa Shiyamakum wa Ahalahulloh Alaik

Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterima-Nya serta disempurnakan-Nya.
Aamiin YRA

Selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1437 H

Mohon Maaf Lahir Bathin atas segala kesalahan dan kekhilafan.. Barakallahu Fiikum kullu Aamin wa antum bikhoir,  semoga kita dipertemukan kembali dengan romadhon berikutnya.. aamiin YRA

 

Salam, Adiwijaya & klg

Istiqomah dalam mencapai tujuan

0

braille

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya. Anak bungsu keluarga tersebut semenjak dari kecil sudah menunjukkan bakat-bakat menonjol, seperti cerdik, banyak akal dan mempunyai rasa penasaran akan sesuatu yang terus menerus. Saat dirinya masih balita, anak keempat ini sering sekali diajak ke bengkel kerja ayahnya, dimana disana ia bermain dengan berbagai peralatan yang ada dan memperhatikan proses pembuatan pelana yang ayahnya kerjakan. Tak disangka, suatu hari… saat si bungsu sedang bermain dengan benda tajam yang biasanya digunakan ayahnya untuk melubangi bahan dari kulit, benda yang tajam itu tidak sengaja mengenai salah satu matanya. Luka tersebut kemudian menjadi infeksi dan menyebar ke mata yang lain, sehingga setahun kemudian ia pun menjadi seorang tuna netra.

Ayah dan ibunya sangat khawatir dengan masa depannya,  karena kebutaan tersebut. Namun dengan kemampuannya dan daya ingat yang luar biasa, anak tersebut berhasil menjadi juara kelas. Di usia 10 tahun, anak tersebut berhasil meraih beasiswa dari Royal Institution For Blind Youth di Paris, yang merupakan satu-satunya sekolah tuna netra yang ada saat itu di dunia. Buku-buku di sekolah tersebut dicetak dengan menggunakan sistem emboss, yaitu cetak menonjol sehingga bisa diraba oleh tangan.  Di sekolah ini ia berpikir banyak mengenai sistem emboss yang ada, dia berpikir bagaimana mengembangkan sistem itu karena pada kenyataannya sistem emboss itu masih memiliki kelemahan karena tidak memungkinkan untuk para tuna netra menulis tulisannya sendiri dengan sistem emboss. Artinya komunkasi sistem embos hanya satu arah, yakni membaca.

Suatu hari ia datang ke sebuah ceramah dari seorang yang bekerja di kemiliteran yang mengembangkan sistem sonografi, yaitu metode pertukaran kode menggunakan sistem emboss. Akhirnya, ia kemudian mengembangkan sistem sonografi ini menjadi sistem yang dapat berguna dan lebih bermanfaat untuk kaum tuna netra. Setelah melalui serangkaian ujicoba, akhirnya saat ia masih berumur 15 tahun berhasil membuat sebuah sistem yang memakai enam titik dan disesuaikan untuk ke dua puluh enam alfabet. Bahkan ia merancang kode untuk not musik dan matematika. Sistem rancangannya tersebut ini juga memungkinkan teman-teman tuna netranya untuk menulis dengan membuat lubang-lubang di kertas. Pada usianya yang ke-20 tahun, rancangan tersebut dikenalkan ke publik. Sampai akhirnya, ia melakukan demonstrasi di Paris Exposition of Industry, dan karyanya dipuji oleh pemimpin Perancis pada saat itu yaitu Raja Louis Phillippe. Remaja buta tersebut tidak lain adalah Louis Braille, yang hingga saat ini karyanya digunakan dan bermanfaat untuk puluhan juta tuna netra di dunia.

Rangkaian cerita itu, memberikan inspirasi bagaimana kerja keras dna kerja cerdas  seorang anak remaja tuna netra yang terus berusaha sehingga karyanya bermanfaat sesama manusia.  Kerja keras dan kerja cerdas ditunjukkan olehnya untuk mencapai impiannya. Kerja keras yang lain ditunjukkan oleh Ibnu Sina serang tokoh bidang kedokteran. Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Ibnu Sina pemempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Namun demikian ia hanya menghafal kontennya tanpa memahami maksudnya. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.

Begitu pun kita, berkerja keras untuk mencapai impian. Kita senantiasa mengeluarkan segenap kemampuan untuk meraih impian tersebut. Saat kita sedang berpuasa ramadhan, impian kita adalah menjadi orang yang bertaqwa (Seperti amanat Al-Baqarah 183).  Saat saya masih duduk di bangku sekolah, saya menyangka bahwa taqwa adalah output  dari proses puasa ramadahan yang kita jalani. Namun seiring berjalannya waktu, saya memahami bahwa puasa adalah proses menuju taqwa. Bagaimana kita yakin dengan derajat taqwa yang menjadi tujuan kita meraihnya dengan sempurna, sementara puasa yang kita jalankan… penilaiannya hanya Alloh yang tahu.

Sesungguhnya puasa adalah memerangi hawa nafsu. Karena hawa nafsu yang tidak terkendali dan akan merusak segala aspek ibadah kita. Terkadang, hakikat kita bekerja keras untuk mencapai impian (taqwa), tapi oleh hawa nafsu.. orientasi itu terkadang berbelok ke arah cinta dunia (tidak sampai tujuan akhir). Abu Bakar Ash-Shiddiq RA pernah mengungkapkan nasihat untuk kita semua, agar tidak terperosok dalam kegelapan yang bernama cinta dunia (hubb al-dunya). Ini didasari oleh ungkapan Rasululloh SAW yang diriwayatkan Baihaqi, ”Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” Dunia hanyalah hiasan sementara yang bisa menjerumuskan jika kita salah orientasi.  Alloh SWT mengingatkan kita dalam Q.S Al Kahfi : 46, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” Selepas ramadhan, derajat ketaqwaan yang menjadi tujuan dalam berpuasa, semoga tercapai secara paripurna. Salah satu nilai tertinggi ibadah puasa ialah pembebasan manusia dari ketergantungan terhadap dunia materi (Abdul Munir Mulkan).

Sesungguhnya, hanya Alloh yang mampu mengukur derajat taqwa seseorang. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13). Namun demikian, parameter tersebut bisa dilihat dari bagaimana orientasi kita terhadap dunia. Diantara kita (biasanya) bersepakat bahwa kita tidak cinta dunia. Sayangnya, itu terjadi hanya dalam kondisi normal. Bagaimana saat kondisi tertekan atau kekhawatiran sedang melanda, kita bisa mengukur sendiri… 🙂 Seberapa besar kecintaan kita pada dunia. Sesungguhnya, dunia bukanlah tujuan. Dunia ini hanyalah perantara untuk mencapai akhirat yang lebih baik. Sayyidina Ali RA pernah mengungkapkan: “Janganlah kalian menuntut sesuatu dari dunia yang lebih besar dari pada apa yang bisa menyampaikanmu ke akhirat.”  Jangan biarkan dunia merasuki hati kita, biarkanlah ia hanya dalam genggaman saja. Dan ini hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan kerja cerdas kita semua (tidak dengan sendirinya) dan istiqomah dalam mencapai tujuan.

Semoga dengan berpuasa, kita menjadi orang yang berhasil menguasai dunia, BUKAN yang dikuasai dunia… sehingga kita termasuk orang yang bertaqwa, Aamiin YRA

 

Image’s cited from : http://brailleministries.org/

*Sebagaian besar materi ini telah disampaikan dalam acara kultum ramadhan di Masjid Syamsul Ulum, Universitas Telkom.

BJ Habibie

0

habibie-1

Kiprah Prof. Dr. Ing. -Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie,  banyak menginspirasi dan menyemangati anak-anak muda Indonesia untuk berprestasi dalam dunia dunia akademik, termasuk saya. Sampai-sampai selepas SMA, saya pun ikut program STAID (Science and Technology for Industrial Development) di tahun 1993. Namun keburu diterima di ITB sehingga bapak saya lebih merekomendasikan ITB saat itu. Cerita tentang prof. Habibie senantiasa menarik. Berikut adalah potongan Cerita Prof. BJ Habibie  ketika beliay  berkunjung ke Garuda Indonesia.

Dik, anda tahu, saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dgn gaya khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dgn kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan “Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, itu sebenarnya memiliki visi yg luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur, Indonesia dgn geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yg berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong2 disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri utk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yg secara khusus dikirim ke berbagai negara.

Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun2 sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dgn ‘How to build Commercial Aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan2 strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik, anda semua lihat sendiri, N-250 itu bukan pesawat asal2an dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan utk pesawat yg ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan utk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu2nya pesawat turboprop di dunia yg mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang lebih dari 900 jam dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara2 itu.
Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia mampu bikin pesawat terbang??

Tiba2, Presiden ke 2 memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dgn industri strategis lainnya.

Dik tahu… di dunia ini hanya 3 negara yg menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dgn Nazi, lalu Cina dan Indonesia. Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa.

Hati siapa yg tidak sakit menyaksikan itu semua?
… Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yg terhebat yg mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dgn negara manapun!!.
Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yg berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yg beli pesawat negara mereka!!…

Pak Habibie menghela nafas, dan melanjutkan pembicaraannya….

… Hal yg sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N-2130 jadi diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus utk membangun jembatan udara di Indonesia.

Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
− Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten
− C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis
− D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu! Itu saja!!

Pak Habibie melanjutkan penjelasan ttg QCD sbb:
..Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik, organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik… dengan hati”

Tiba2, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu…

…Dik, saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba2. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dgn penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dgn istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dgn saya. Gini ya, saya mau kasih informasi.. Saya ini baru tahu bhw ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda2 dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu.

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yg mendalam, seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie…

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan…

…Dik, kalian tau, 2 minggu setelah ditinggalkan ibu, suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu… Ainun…. Ainun …….. Ainun ……..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yg melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di RS Jiwa!

Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dgn mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus…

Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.
Saya pilih opsi yang ketiga…

Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun….dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat….. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya.

Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia.

Seluruh hadirin terhenyak dan tak kuasa lagi membendung air mata……

(sumber:khozanah.wordpress.com)

Muhammad Ali (Sang Legenda)

0

RIP

Legenda tinju dunia, Muhammad Ali, dinyatakan meninggal dunia pada minggu lalu tepatnya  hari Sabtu, 4 Juni 2016 (Waktu Indonesia),  akibat komplikasi penyakit parkinson yang telah lama dideritanya.

Beberapa quotes dari Muhammad Ali, dapat jadi motivasi bagi kita.

  1. Cara yang bagus dari Muhammad Ali untuk mengingatkan dia akan siksa api neraka

ali fire  FB_IMG_1465042159686

  1. Ia benci latihan, tapi penderitaan saat latihanlah yang menjadikan ia juara dunia.

fitness-motivation-ali

  1. Ia mengatakan kita bahwa kita  harus berani ambil resiko

Muhammad-Ali-Quotes-Couregous

 

Penggalan cerita saat Muhammad ALI masuk ISLAM

Sebelumnya  ia bernama Cassius Marcellus Clay Junior, selanjutnya namanya berganti  menjadi Muhammad Ali.  Ia dianggap sebagai petinju terbaik yang pernah dimiliki publik Amerika Serikat dan orang kulit hitam.Kesuksesannya merebut gelar juara dunia menempatkannya pada deretan atlet terbesar abad ke-20. Lebih jauh, gelar tersebut telah  mengubah status pandangan masyarakat terhadap orang dan atlet kulit hitam. Keberhasilannya itu pun yang akhirnya mengangkat martabat para atlet kulit hitam ke tempat yang tinggi dengan penghormatan dan penerimaan yang baik dari masyarakat kulit putih dan hitam. Muhammad Ali dilahirkan pada tanggal 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat.  Ayahnya, Cassius Marcellus Clay Sr, merupakan  pelukis papan nama dan reklame. Ibunya adalah Odessa Grady Clay, seorang pembantu rumah tangga. Sejak kecil, Clay sudah merasakan perbedaan perlakuan karena warna kulitnya yang cokelat. Barangkali, hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk belajar tinju agar bisa membalas perlakuan jahat teman-temannya yang berkulit putih. Ketika belum genap berusia 20 tahun, ia sudah memenangkan pertandingan kelas berat di Olimpiade Roma tahun 1960.

Pada usia 22 tahun, ia merasa dilahirkan kembali ke dunia. Sebab, saat itulah, ia berganti nama dari Cassius Marcellus Clay Junior menjadi Muhammad Ali. Nama ini merupakan pemberian seorang tokoh Muslim dari Nation of Islam (NOI), Elijah Muhammad, tahun 1964. Ketika itu, Elijah membuat sebuah pernyataan umum dalam suatu siaran radio dari Chicago, ”Nama Clay ini tidak menyiratkan arti ketuhanan. Saya harap dia akan menerima dipanggil dengan nama yang lebih baik. Muhammad Ali, nama yang akan saya berikan kepadanya selama dia beriman kepada Allah dan mengikuti saya.”Selama tiga tahun sebelum pertarungannya untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas berat dengan Sonny Liston, Clay telah menghadiri pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh NOI.  Kehadiran Ali diberitakan oleh koran Daily Nezus di Philadelphia pada September 1963. Pada Januari 1964, dia membuat sensasi besar dengan berbicara di sebuah rapat Muslim di New York. Beberapa minggu kemudian, ayahnya mengatakan bahwa Clay telah bergabung dengan NOI. Kendati demikian, Clay belum memberikan pernyataan publik tentang keikutsertaannya dalam NOI. Tetapi, dia sibuk mempelajari Islam di bawah bimbingan Kapten Sam Saxon (sekarang Abdul Rahman) yang dijumpai Clay di Miami pada 1961.Clay juga merenungkan ajaran-ajaran Elijah Muhammad dan membaca surat kabar yang diterbitkan NOI. Di samping itu, ia juga mencari bimbingan dan saran dari Malcolm X–tokoh NOI lainnya–yang dijumpainya di Detroit pada awal 1962.

Sebelum pertandingan Clay melawan Liston, Malcolm mengunjungi Clay sebagai pribadi, bukan sebagai wakil Elijah. Malcolm menganggap Clay sebagai adiknya dan menasihati dia. Nasihat Malcolm ini justru menjadi pemicu semangatnya untuk bertekad mengungguli Liston. Walaupun merasa sangat takut menghadapi Liston, akhirnya Clay menang dalam pertandingan. Pertandingan tersebut berakhir sebelum bel ronde ketujuh berbunyi. Dengan kemenangan tersebut, dunia memiliki seorang juara baru di arena tinju. Agama rasional Kemenangan tersebut diyakininya merupakan ‘waktu Allah’.

Di antara tepuk riuh para pendukung dan kilatan-kilatan lampu kamera, Clay berdiri di depan jutaan penonton yang mengelilingi ring dan kamera TV. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengumumkan pergantian namanya menjadi Muhammad Ali Clay. ”Aku meyakini bahwa aku sedang berada di depan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia,” ujarnya. Ali mengungkapkan, kepindahannya ke agama Islam adalah hal yang wajar dan selaras dengan fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia. Ia meyakini bahwa Islam membawa kebahagiaan untuk semua orang. Menurutnya, Islam tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis, dan ras. ”Semuanya sama di hadapan Allah SWT. Yang paling utama di sisi Tuhan mereka adalah yang paling bertakwa.”Ia membandingkan ajaran Trinitas dengan ajaran Tauhid dalam Islam. Menurutnya, Islam lebih rasional. Karena, tidak mungkin tiga Tuhan mengatur satu alam dengan rapi seperti ini. Hal tersebut dinilainya sebagai suatu hal yang mustahil terjadi dan tidak akan memuaskan orang yang berakal dan mau berpikir.Keyakinannya terhadap Islam makin bertambah manakala Ali membaca terjemahan Alquran. ”Aku bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang hak, yang tidak mungkin dibuat oleh manusia. Aku mencoba bergabung dengan komunitas Muslim dan aku mendapati mereka dengan perangai yang baik, toleransi, dan saling membimbing. Hal ini tidak aku dapatkan selama bergaul dengan orang-orang Nasrani yang hanya melihat warna kulitku dan bukan kepribadianku,” paparnya.Sejak saat itu, ia membelanjakan uangnya beberapa ratus ribu dolar untuk buku-buku dan pamflet-pamflet Islami supaya dapat memperkenalkan agama barunya. Dia percaya bahwa bukan hanya kaum Muslim, tetapi juga orang Kristen dan Yahudi yang takut pada Tuhan akan masuk surga.

Ketika para dokter di AS memvonisnya dengan penyakit Sindroma Parkinson, Ali mengatakan bahwa dia telah mendapatkan hidup yang baik sebelumnya dan sekarang. Dia tidak membutuhkan simpati dan belas kasihan. Dia hanya ingin menerima kehendak Allah SWT. Penyakitnya ini, menurut dia, merupakan cara Allah SWT merendahkannya untuk mengingatkannya pada kenyataan bahwa tak ada seorang pun yang lebih hebat dari Allah.

Perjuangan Ali yang utama sekarang adalah mencoba menyenangkan Allah dalam segala hal yang diperbuatnya. Menguasai dunia tidak membawanya kepada kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan sejati, katanya, hanya didapatkan dengan menyembah Allah. Kini, dia termasuk orang-orang yang giat berdakwah di Amerika dan aktif mengampanyekan solidaritas dan persamaan hak. dia/sya/berbagai sumberAli Penganut SufiDengan sikap yang tegar, kuat, dan penuh percaya diri, ternyata Muhammad Ali merupakan seorang penganut tasawuf (sufi) yang sangat baik. Putri Muhammad Ali yang bernama Hanna Yasmeen Ali, buah perkawinannya dengan Veronica Porche Ali, dalam sebuah wawancara dengan Beliefnet, mengungkapkan kehidupan dan spiritualitas Muhammad Ali.Hanna mengatakan, ayahnya adalah orang yang sangat taat dalam menjalankan perintah agama. Bahkan, ia tak segan-segan untuk bersikap keras dan tegas terhadap anggota keluarganya yang tidak mau menjalankan perintah Allah. Sikap ini dibuktikan Ali dengan menceraikan istrinya yang pertama, Sonji Roi, pada tahun 1966. Karena, menurut Ali, istrinya tersebut tidak menunjukkan sikap sebagai seorang Muslim. Hanna menambahkan, ayahnya tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu. ”Sesibuk apa pun, ayah akan senantiasa mengerjakan shalat lima waktu,” ujar Hanna.Bahkan, Ali juga senantiasa berupaya melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid. ”Walaupun jaraknya membutuhkan waktu hingga 20 menit perjalanan, ayah akan selalu berupaya pergi ke masjid. Namun, ketika penyakit parkinson menghinggapi, ayah memang sekarang jarang ke masjid,” jelas Hanna.

Hanna menambahkan, ayahnya juga seorang penganut sufi yang taat. Ali punya koleksi buku tasawuf karya Hazrat Inayat Khan, seorang guru sufi. ”Spiritualitas ayah saya sangat tinggi. Dari sikapnya yang sangat religius itu, ia praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, menyayangi sesama, melakukan kegiatan sosial, dan mendorong banyak orang untuk senantiasa rajin mendekatkan diri kepada Tuhan,” terangnya.

Ketika terjadi peristiwa 11 September 2001 akibat serangan teroris terhadap dua menara kembar World Trade Center (WTC) hingga memunculkan tuduhan terhadap Islam sebagai agama teroris, Ali pun tampil ke publik dan menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan oknum dan bukan Islam. Ia menyatakan, aksi tersebut merupakan perbuatan orang-orang yang keliru dalam memahami Islam secara benar. ”Islam adalah agama yang damai dan cinta akan kedamaian,” terangnya.

Innalillahi wa ina ilaihi Roji’un, Semoga Muhammad Ali khusnul Khotimah.. aamiin YRA

 

*Dari berbagai sumber di Internet

Menuju taqwa dengan berpuasa

0

puasa

Suatu keniscayaan bagi sebagai setiap muslim adalah memahami dan mengamalkan Islam Secara Kaffah. Salah satunya adalah terkait dengan perintah Alloh untuk berpuasa, yakni “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183). Para alim ulama senantiasa memberikan penjelasan dengan rinci terkait hal ini, terutama keterkaitan antar kata kunci dalam ayat tersebut, yaitu “iman”, “puasa”,  dan “taqwa”.  Saya sepakat bahwa, iman merupakan landasan bagi seorang muslim sehingga mau dan mampu berpuasa. Selamjutnya, puasa merupakan proses metamorfosis seorang muslim untuk meningkatkan derajatnya sehingga menjadi orang yang bertaqwa.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa menetapkan tujuan dan berusaha untuk mencapai apa yang telah ditetapkan sebagai tujuan. Karenanya, saya lebih tertarik untuk mendeskripsikan terkait dengan kata kunci “taqwa”, yang telah ditetapkan sebagai outcome dari proses kita berpuasa.  Menurut saya, taqwa tak hanya sekedar capaian.. tapi itu merupakan suatu habit yang perlu terus di pupuk sehingga tetap terjaga.  Secara bahasa, taqwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara, yakni menjaga diri agar selamat dunia dan akhirat. Selain itu, kata waqa juga memiliki makna melindungi sesuatu, yakni melindunginya dari berbagai hal yang membahayakan dan merugikan.

Tentunya, cara kita memelihara diri bisa dilakukan dengan mengikuti segala perintah Alloh dan menjauhi segala larangan Alloh serta senantiasa menerima dengan ikhlas atas hukum dan ketetapan Allah. Syayidina Ali bin Abi Thalib radliyallah ‘anhu berkata, “takwa adalah al Khaufu minal Jalil (takut kepada Allah yang Mahaagung), al ‘Amal bil Tanziili (mengamalkan al Qur’an dan al Sunnah), al Ridla bil Qalil (ridla atas pembagian rizki yang sedikit), dan al isti’dad liyaum al Rahiil (mempersiapkan diri untuk perjalanan di akhriat).”

Seorang sahabat Rasulullah SAW, Ubay bin Ka’ab pernah memberikan gambaran yang jelas tentang hakikat taqwa, seperti diungkapkan dalam ilustrasi berikut:

taqwa

Syekh Abdul Qadir pernah mengungkapkan suatu  nasihat : ”Jadilah kamu, bila bersama Allah tidak berhubungan dengan makhluk dan bila bersama dengan makhluk tidak bersama nafsu. Siapa saja yang tidak sedemikian rupa, maka tentu ia akan selalu diliputi syaitan dan segala urusannya melampaui batas.” Lebih jauh Ibnu Atha ilah pernah mengungkapkan bahwa hawa nafsu memiliki kecenderungan pada hal yang kurang baik. Beliau mengungkapkan suatu nasihat, yakni ” Jika dihadapkan kepadamu dua perkara yang tidak jelas, pilihhlah yang paling berat menurut hawa nafsu. Karena tidaklah sesuatu berat bagi hawa nafsu, melainkan itu adalah baik bagi kita.” Sementara itu, Imam Qurthubi mengutip pendapat Abu Yazid al-Bustami, bahwa orang yang bertakwa itu adalah: “Orang yang apabila berkata, berkata karena Allah, dan apabila berbuat, berbuat dan beramal karena Allah.”

Salah satu nasihat Abu Bakar ash shiddiq adalah ada kegelapan yang bisa merusak derajat ketaqwaan kita, yakni cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah pun bersabda, ”Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Semoga kita bisa menjaga hati dari kerikatan dunia, sehingga derajat taqwa sebagai tujuan akhir dapat tercapai secara sempurna.

Dalam menjaga ketercapaian tujuan, ada baiknya kita mengikuti tujuh kebiasaan Rasulullah selama bulan Ramadhan:

  1. mengerjakan amalan fardhu dengan sempurna.
  2. mengerjakan amalan sunah.
  3. membayar zakat dan memperbanyak sedekah.
  4. memperbanyak membaca Al-Qur’an.
  5. memperbanyak doa dan dzikir.
  6. memperbanyak membaca kalimat Thayyibah, Istighfar, dan memohon kepada Allah untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka.
  7. i’tikaf.

Selamat menunaikan ibadah puasa romadhon, mohon maaf lahir dan bathin.

Semoga Alloh melimpahkan kasih sayang dan ampunan bagi kita semua, dan mewujudkan cita-cita kita sebagai insan yang bertaqwa.

Barokallohu fii kum, aamiin YRA

 

Image’s cited from : http://waroengsehat.com/kenapa-puasa/

Ubay bin Ka’ab

2

trust in Alloh

Ubay bin Ka’ab  adalah salah seorang dari kaum Anshar yang berasal dari Bani Khazraj dan beliau merupakan salah seorang dari Yathrib (Madinah) yang pertama-tama menerima Islam dan melakukan bai’at kepada Rosululloh SAW di Aqabah,  sebelum terjadinya peristiwa hijrah.  Ubay termasuk salah seorang yang pertama-tama mencatatkan ayat-ayat Al Qur’an ke dalam bentuk tulisan, sehingga beliau memiliki suatu mushaf khusus susunannya sendiri. Karenanya, beliau termasuk di antara para sahabat yang merupakan penghapal Al Qur’an (hafiz).

Dalam suatu perbincangan,  Rasulullah berkata kepada Ubay bin Ka’ab, “Allah SWT telah memerintahkan kepadaku supaya membacakan seluruh isi Al-Qur’an kepadamu.” Ubay r.a berkata, “Wahai Rasulullah. Adakah Allah telah menyebutku dengan memanggil namaku?”  Rasulullah SAW menjawab, “Ya, benar, Allah SWT telah menyebut engkau dengan memanggil namamu.” Jawaban Rasulullah SAW.  Hal ini membuatnya terharu. Mengenai pribadinya, dalam riwayat dari Anas diceritakan bahwa pengumpulan al-Qur’an pada masa Rasulullah dilakukan oleh empat sahabat dari kaum anshor yakni, Ubay bin Ka’ab, Mua’dh bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Abu Zaid Ahad ‘Amumuti.”

Selanjutnya, Ubay bin Ka’ab juga merupakan  anggota kelompok penasihat (mushawarah) yang dibentuk oleh khalifah Abu Bakr sebagai tempat bertanya atas berbagai permasalahan umat. Dewan tersebut terdiri dari Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf,Muadz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Kaab sendiri. Setelah menjadi khalifah, Umar bin Khattab kemudian juga meminta nasihat dari kelompok yang sama. Secara spesifik, ia meminta nasihat mengenai fatwa-fatwa kepada Utsman, Ubay and Zaid bin Tsabit. Umar sendiri pernah mengatakan tentang Ubay, “Ubay adalah pemimpin kaum Muslimin…” Ubay bin Ka’ab merupakan salah seorang perintis dari penulis-penulis wahyu dan penulis-penulis surat. Begitu pun dalam menghafal al-Quranul Karim, membaca dan memahami ayat-ayatnya, ia termasuk golongan terkemuka.

Ubay r.a mengisahkan, “Pernah suatu hari Rasulullah saw. mengujiku tentang pengetahuan Al-Qur’an yang aku miliki. Beliau bertanya kepadaku, ‘Wahai Ubay, ayat manakah dalam Al-Qur’an yang paling mulia?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah saw. mengulang pertanyaan itu dan aku menjawabnya dengan penuh rendah diri. Pada kali ketiga Rasulullah saw bertanya, lalu aku menjawab, ‘Sesungguhnya ayat yang paling mulia dari Al-Qur’an adalah Ayat Kursi ( QS Al-Baqarah [2]: 255).’ Rasulullah saw. terlihat sangat gembira atas jawabanku itu, kemudian beliau bersabda, ‘Semoga Allah SWT merahmatimu karena ilmu pengetahuan yang telah kamu miliki.'”

Pernah suatu ketika Rasulullah saw sedang mengimami shalat dan tertinggal satu ayat dalam bacaan beliau. Kemudian Ubay r.a membetulkan kesalahan tersebut dengan berbisik pelan di belakang beliau. Setelah selesai shalat berjemaah, Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah yang telah membenarkan bacaanku?” Rasulullah saw. diberi tahu bahwa Ubay r.a yang telah membetulkan bacaannya. Lalu, beliau berkata, “Aku telah menduga memang Ubay orangnya.”

Ubay r.a. banyak menghabiskan waktunya untuk memperdalam pengetahuan agama dan mendapat tugas istimewa sebagai pencatat isi Al-Qur’an. Dia juga turut berjihad di semua peperangan bersama Rasulullah SAW  tanpa tertinggal sekalipun. Ia mampu jadi teladan bagi para sahabat lain karena kesederhanaanya. Sosok lelaki yang memiliki ingatan kuat dalam menghafal Alquran ini, dengan tekun menulis ayat-ayat Quran di berbagai tempat. Ia selalu menggabadikan wahyu Allah itu baik di pelepah daun, batu-batu dan berbagai alat yang ia bisa gunakan untuk mengabadikan ayat-ayat suci itu. Dari sinilah peran Ubay bin Ka’ab menjadi penting dalam sejarah Islam.

Ubay bin Ka’ab senantiasa  berpegang teguh kepada taqwa dan menepati zuhud terhadap dunia, hingga tak dapat terpengaruh dan teperdaya oleh apapun. Ia selalu menilik hakikat sesuatu pada akhir kesudahannya, sebagaimana juga corak hidup manusia, betapapun ia berenang di lautan kesenangan dan kancah kemewahan, tetapi pasti ia menemui maut di mana segalanya akan berubah menjadi debu, sedangkan di hadapannya tiada yang terlihat kecuali hasil perbuatannya yang baik atau yang buruk. Mengenai dunia, Ubay pernah melukiskannya sebagai berikut,
“Sesungguhnya makanan manusia itu sendiri dapat diambil sebagai perumpamaan bagi dunia, biar dikatakannya enak atau tidak, tetapi yang penting menjadi apa nantinya?” Bila Ubay berbicara di hadapan khalayak ramai, maka semua leher akan terulur dan telinga sama terpasang disebabkan sama terpukau dan terpikat. Apabila ia berbicara mengenai Agama Allah, tiada seorang pun yang ditakutinya, dan tiada udang di balik batu.”

 

Selama berjuang membela ajaran Islam beliau ditugasi Umar untuk mengumpulkan al-Qur’an. Beliau termasuk sahabat yang dekat dengan Rasulullah dan telah meriwayatkan kurang lebih 164 hadits darinya. Hidupnya didedikasikan untuk mengagungkan al-Qur’an hingga Allah pun angkat derajatnya di dunia. Kelak juga di akherat. Beliau wafat pada tahun 21 Hijriah pada masa khalifah Utsman bin Affan.

Semoga sepenggal kisah dari Ubay bin Ka’ab menjadi cerminan bagi kita sehingga kita menjadi lebih taqwa. Karena sesunggunya, taqwa adalah tujuan kita sebagai orang beriman dalam melaksanakan puasa.

Selamat menunaikan ibadah puasa romadhon, mohon maaf lahir dan bathin.

Semoga Alloh melimpahkan kasih sayang dan ampunan bagi kita semua.

Barokallohu fii kum, aamiin YRA

 

Images’s cited from https://www.pinterest.com/pin/420312577704397212/

*dari berbagai sumber di Internet

Kang Adiwijaya's RSS Feed
Go to Top