Posts tagged universitas telkom

Istiqomah dalam mencapai tujuan

0

braille

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya. Anak bungsu keluarga tersebut semenjak dari kecil sudah menunjukkan bakat-bakat menonjol, seperti cerdik, banyak akal dan mempunyai rasa penasaran akan sesuatu yang terus menerus. Saat dirinya masih balita, anak keempat ini sering sekali diajak ke bengkel kerja ayahnya, dimana disana ia bermain dengan berbagai peralatan yang ada dan memperhatikan proses pembuatan pelana yang ayahnya kerjakan. Tak disangka, suatu hari… saat si bungsu sedang bermain dengan benda tajam yang biasanya digunakan ayahnya untuk melubangi bahan dari kulit, benda yang tajam itu tidak sengaja mengenai salah satu matanya. Luka tersebut kemudian menjadi infeksi dan menyebar ke mata yang lain, sehingga setahun kemudian ia pun menjadi seorang tuna netra.

Ayah dan ibunya sangat khawatir dengan masa depannya,  karena kebutaan tersebut. Namun dengan kemampuannya dan daya ingat yang luar biasa, anak tersebut berhasil menjadi juara kelas. Di usia 10 tahun, anak tersebut berhasil meraih beasiswa dari Royal Institution For Blind Youth di Paris, yang merupakan satu-satunya sekolah tuna netra yang ada saat itu di dunia. Buku-buku di sekolah tersebut dicetak dengan menggunakan sistem emboss, yaitu cetak menonjol sehingga bisa diraba oleh tangan.  Di sekolah ini ia berpikir banyak mengenai sistem emboss yang ada, dia berpikir bagaimana mengembangkan sistem itu karena pada kenyataannya sistem emboss itu masih memiliki kelemahan karena tidak memungkinkan untuk para tuna netra menulis tulisannya sendiri dengan sistem emboss. Artinya komunkasi sistem embos hanya satu arah, yakni membaca.

Suatu hari ia datang ke sebuah ceramah dari seorang yang bekerja di kemiliteran yang mengembangkan sistem sonografi, yaitu metode pertukaran kode menggunakan sistem emboss. Akhirnya, ia kemudian mengembangkan sistem sonografi ini menjadi sistem yang dapat berguna dan lebih bermanfaat untuk kaum tuna netra. Setelah melalui serangkaian ujicoba, akhirnya saat ia masih berumur 15 tahun berhasil membuat sebuah sistem yang memakai enam titik dan disesuaikan untuk ke dua puluh enam alfabet. Bahkan ia merancang kode untuk not musik dan matematika. Sistem rancangannya tersebut ini juga memungkinkan teman-teman tuna netranya untuk menulis dengan membuat lubang-lubang di kertas. Pada usianya yang ke-20 tahun, rancangan tersebut dikenalkan ke publik. Sampai akhirnya, ia melakukan demonstrasi di Paris Exposition of Industry, dan karyanya dipuji oleh pemimpin Perancis pada saat itu yaitu Raja Louis Phillippe. Remaja buta tersebut tidak lain adalah Louis Braille, yang hingga saat ini karyanya digunakan dan bermanfaat untuk puluhan juta tuna netra di dunia.

Rangkaian cerita itu, memberikan inspirasi bagaimana kerja keras dna kerja cerdas  seorang anak remaja tuna netra yang terus berusaha sehingga karyanya bermanfaat sesama manusia.  Kerja keras dan kerja cerdas ditunjukkan olehnya untuk mencapai impiannya. Kerja keras yang lain ditunjukkan oleh Ibnu Sina serang tokoh bidang kedokteran. Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Ibnu Sina pemempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Namun demikian ia hanya menghafal kontennya tanpa memahami maksudnya. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.

Begitu pun kita, berkerja keras untuk mencapai impian. Kita senantiasa mengeluarkan segenap kemampuan untuk meraih impian tersebut. Saat kita sedang berpuasa ramadhan, impian kita adalah menjadi orang yang bertaqwa (Seperti amanat Al-Baqarah 183).  Saat saya masih duduk di bangku sekolah, saya menyangka bahwa taqwa adalah output  dari proses puasa ramadahan yang kita jalani. Namun seiring berjalannya waktu, saya memahami bahwa puasa adalah proses menuju taqwa. Bagaimana kita yakin dengan derajat taqwa yang menjadi tujuan kita meraihnya dengan sempurna, sementara puasa yang kita jalankan… penilaiannya hanya Alloh yang tahu.

Sesungguhnya puasa adalah memerangi hawa nafsu. Karena hawa nafsu yang tidak terkendali dan akan merusak segala aspek ibadah kita. Terkadang, hakikat kita bekerja keras untuk mencapai impian (taqwa), tapi oleh hawa nafsu.. orientasi itu terkadang berbelok ke arah cinta dunia (tidak sampai tujuan akhir). Abu Bakar Ash-Shiddiq RA pernah mengungkapkan nasihat untuk kita semua, agar tidak terperosok dalam kegelapan yang bernama cinta dunia (hubb al-dunya). Ini didasari oleh ungkapan Rasululloh SAW yang diriwayatkan Baihaqi, ”Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” Dunia hanyalah hiasan sementara yang bisa menjerumuskan jika kita salah orientasi.  Alloh SWT mengingatkan kita dalam Q.S Al Kahfi : 46, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” Selepas ramadhan, derajat ketaqwaan yang menjadi tujuan dalam berpuasa, semoga tercapai secara paripurna. Salah satu nilai tertinggi ibadah puasa ialah pembebasan manusia dari ketergantungan terhadap dunia materi (Abdul Munir Mulkan).

Sesungguhnya, hanya Alloh yang mampu mengukur derajat taqwa seseorang. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13). Namun demikian, parameter tersebut bisa dilihat dari bagaimana orientasi kita terhadap dunia. Diantara kita (biasanya) bersepakat bahwa kita tidak cinta dunia. Sayangnya, itu terjadi hanya dalam kondisi normal. Bagaimana saat kondisi tertekan atau kekhawatiran sedang melanda, kita bisa mengukur sendiri… 🙂 Seberapa besar kecintaan kita pada dunia. Sesungguhnya, dunia bukanlah tujuan. Dunia ini hanyalah perantara untuk mencapai akhirat yang lebih baik. Sayyidina Ali RA pernah mengungkapkan: “Janganlah kalian menuntut sesuatu dari dunia yang lebih besar dari pada apa yang bisa menyampaikanmu ke akhirat.”  Jangan biarkan dunia merasuki hati kita, biarkanlah ia hanya dalam genggaman saja. Dan ini hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan kerja cerdas kita semua (tidak dengan sendirinya) dan istiqomah dalam mencapai tujuan.

Semoga dengan berpuasa, kita menjadi orang yang berhasil menguasai dunia, BUKAN yang dikuasai dunia… sehingga kita termasuk orang yang bertaqwa, Aamiin YRA

 

Image’s cited from : http://brailleministries.org/

*Sebagaian besar materi ini telah disampaikan dalam acara kultum ramadhan di Masjid Syamsul Ulum, Universitas Telkom.

Happy birthday

0

Screen Shot 2015-08-04 at 9.50.37 AM

Ucapan “Selamat ulang tahun” sangat lekat dengan lingkungan kita. Tak hanya dikalangan perorangan, tingkat institusi pun senantiasa mengucapkan dan merayakan hari ulang tahun tersebut. Dikalangan akademik, kita sudah sering mendengarnya, yakni dies natalis. Dies Natalis  merupakan suatu peringatan atas hari lahir yang di dalam sejumlah besar budaya dianggap sebagai peristiwa penting yang menandai awal perjalanan kehidupan. Dalam bulan ini pun, sedang berlangsung dies natalis Universitas Telkom ke-2. Dibulan ini pun, seluruh rakyat indonesia bersuka cita merayakan hari kemerdekaan, hari lahirnya bangsa indonesia yang ke -70, 17 agustus. Sebagian besar ulama telah memberikan fatwa terkait dengan  perayaan hari ulang tahun. Namun demikian, saya tidak akan membahas hukum atau fatwa terkait ulang tahun atau milad. Saya lebih tertarik dengan bagaimana kita memaknai atau merenungi peringatan hari lahir atau milad atau pun dies natalis.

 

Bertambahnya usia adalah suatu keniscayaan, namun bertambah dewasa belum tentu. Ungkapan itu seringkali kita ungkapkan atau pun kita  dengar. Salah satu ungkapan Rasulullah yang diriwayatkan Hakim r.a. ““Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka”. Sungguh merupakan pukulan telak bagi kita yang terlalu santai dalam menalani kehidupan ini. Tentunya tidak santai bukan berarti terburu-buru. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.” (HR. Bukhari). Dalam hal ini, santai diartikan tidak peduli terhadap waktu dan  tidak serius (tidak memberikan yang terbaik) dalam setiap amalan.

 

Kembali ke topik milad :), seiring pertambahan usia seyogyanya kita senantiasa menjadi lebih baik.  Menurut saya, pertambahan usia juga linier (sebanding) dengan pertambahan ilmu. Karenanya, dengan bertambahnya usia juga, ilmu kita juga semakin bertambah, karena itu amalan baik kita seharusnya semakin banyak. Seperti halnya ungkapan “Barangsiapa yang bertambah ilmunya akan tetapi tidak bertambah petunjuknya maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali semakin jauh dari Allah.”  (red ilmu dan amal). Dengan Dies Natalis Universitas Telkom, semoga semakin banyak karya yang bermanfaat bagi bangsa, aamiin. Tentunya kontribusi yang bisa dilakukan sangat luas. Diantaranya adalah, mendidik generasi penerus bangsa yang memiliki pola pikir baik, melakukan penelitian yang bisa menaikan martabat bangsa di dunia internasional sehingga bargaining level Indonesia meningkat, dan melakukan pengabdian masyarakat yang bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup. Untuk Indonesia tercinta, usia 70 tahun merupakan simbol kedewasaan bangsa. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik. Tentunya kebaikan suatu negara ditunjukkan oleh insan bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia.  Semoga kita bisa meraih asa dalam ridho-Nya, aamiin YRA.

 

Image’s cited from :  http://3dxforum.com/index.php?/topic/1825-happy-birthday-sayako/,

Bahagia karena syukur

4

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia , tentunya ADOLT MERCKLE, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia , tentunya MICHAEL JACKSON, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia , tentunya G. VARGAS, Presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia , tentunya MARLIN MONROE, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia , tentunya THIERRY COSTA, Dokter Terkenal dari Perancis, tidak akan membunuh dirinya akibat acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, BUKAN ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, kuasanya, cantiknya,  sehatnya, atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri

mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.

“Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah doborong oleh mereƙα.”

“Kalau kebahagiaan  itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan KOSONG karena semua orang akan kesana berkumpul dimana kebahagiaan itu berada .”

Untungnya kebahagiaan  itu berada di dalam hati setiap manusia.

Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

“Yang kita perlukan adalah hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang jernih, maka kita bisa menciptakan rasa bahagia itu kapanpun, dimanapun dan dengan kondisi apapun.”

Kebahagiaan itu hanya dimiliki oleh “Orang-orang  yang dapat bersyukur“.

“JIKA ANDA  TIDAK MEMILIKI APA YANG ANDA SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YANG ANDA MILIKI SAAT INI”…….

Bersyukur adalah suatu kemampuan yang bisa dipelajari oleh siapapun..

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur, aamiin YRA

 

Source: http://onedayonejuzz.blogspot.com/2014/08/jika-kekayaan-bisa-membuat-orang.html

Nothing’s gonna change my love for You

1

patience

Sekilas seperti akan membahas lagunya George Benson 🙂

Namun perhatikan judul tulisan ini, saya hanya mengganti you menjadi You.

Harus diakui, kadang kita terlena dengan suatu kondisi, apalagi arus disekitar begitu kuat untuk menghanyutkan kita

Dari mulai obrolan, bacaan, lagu sampai tontonan begitu kuat mempengaruhi kita

Awalnya hiburan, jadi informasi yang berinteraksi dengan logika, pembenaran terjadi…

dan akhirnya bisa menggeser ke-istiqomah-an kita dari ridho-Nya.

 

Alangkah luar biasa, jika kita senantiasa menyadari pergeseran tersebut.

Salah satu cara melatih sensitifitas kesadaran dalam ber-istiqomah di jalan-Nya tentu bukan hal mudah.

Sabar adalah salah satu caranya.

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)

Sungguh ini merupakan anugerah terindah dari Alloh, saat kita bisa bersabar terhadap segala yang dihadapi.

Untuk menjadi sabar, tentunya perlu latihan.

“…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)

Sabar itu perjuangan, seperti halnya diungkapkan Abu Bakar Ash-Shiddiq yaitu: “sangat sulit untuk bersabar, tetapi menyia-nyiakan pahala dari kesabaran itu lebih buruk.

 

Imam Ali bin Abi Thalib RA menyampaikan “Sabar itu ada tiga yakni sabar dalam musibah, sabar dalam taat, dan sabar dalam menjauhi maksiat

Ini membawa pengertian bahwa kita pun harus sabar dalam menjalani segala aspek dalam liku kehidupan.

Tak cukup perkataan “aku ingin tergolong orang-orang yang sabar” tanpa ada tindakan yang nyata.

Di antara kita, sudah tentu, menyadari dan ingin senantiasa istiqomah dalam ridho-Nya.

 

Sungguh ironis jika ada seseorang yang mengaku dirinya beriman lalu mengatakan “kesabaran itu ada batasnya”

Mari kita merenung, mengapa ungkapan tersebut sampai terjadi.

Mungkinkah itu pengaruh dari obrolan, bacaan, lagu sampai tontonan kita, yang memberikan contoh dan selanjutnya kita membenarkan berdasarkan logika kita?

Manusia diperkenankan menggunakan akal dan pikirannya.

Namun demikian,  perlu disadari bahwa logika kita hanyalah logika sebagai makhluk dalam keterbatasan.

Karena itu, disiapkan tuntunan-Nya dalam Al-Qur’an dan Hadits

 

Semoga kita semua termasuk orang yang senantiasa bersabar dalam menghadapi segala sesuatu.

Semoga kita juga mencintai segala yang ada dalam dunia ini adalah karena-Nya.

Semoga kita senantiasa istiqomah berada dalam ridho-Nya

Dengan sabar, harapan itu muncul “Nothing’s gonna change my love for You (Alloh)”.

… Aamiin YRA

 

Image’s cited from : http://aqidahyusri.tumblr.com/post/33065117523/taken-with-instagram

Shalawat untuk Rosul

0

Shalawat

Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ala ‘aali sayyidina Muhammad

Pada bulan Rabiul Awal, kita sering memperingati Maulid Nabi atau yang lebih dikenal sebagai hari kelahiran Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam. Tentunya berbagai cara bisa kita lakukan untuk mewujudkan rasa cinta pada yang mulia, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam dan mengenang kemuliaannya. Pada kesempatan ini disampaikan sebuah cerita tentang detik-detik terakhir wafatnya Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam. Semoga kisah ini  menambahkan rasa cinta kita kepada Rosululloh, aamiin YRA.

Sebelum Rosulolloh wafat, beliau melakukan ibadah haji wada’ (haji perpisahan). Pada saat tersebut turun firman Allah SWT,  Al Maidah ayat 3,  ”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan nitmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”  Seiring turunnya firman Alloh ini, Abu Bakar menangis. Sahabat Rosulloh tersebut menyampaikan bahwa Ini adalah berita kematian Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam.

Sepulangnya dari haji wada, beliau terlihat sakit. Tiga hari sebelum Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam wafat, sakit beliau semakin terlihat bertambah parah. Selanjutnya beliau meminta mengumpulkan istri-istrinya dan memohon izin untuk tinggal di rumah Siti ‘Aisyah, dan istri-istri beliau mengizinkannya.  Rosululloh berkeinginan untuk berdiri, akan tetapi beliau tidak mampu. Datanglah ‘Ali bin Abi Thalib membantu memapahnya, lalu Rosululloh dipindahkan ke rumah Siti ‘Aisyah.

Saat Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wa salam berkhutbah pada minggu terkahir sebelum beliau wafat, beliau bersabda “Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaiut Al-Qur’an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku.”  Khutbah singkat tersebut diakhiri dengan pandangan mata yang tenang dari Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam kepada para sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata Rosululloh dengan berkaca-kaca, Umar Bin Khathab tersengal menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin ‘Affan menarik nafas panjang. Ali bin Abi Thalib pun hanya menundukkan kepalanya.

Pada hari senin, matahari sudah mulai tergelincir, namun pintu rumah Rosulullah Sholallohu ‘alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumah tersebut, Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wa salam terbaring lemah dengan kening yang berkeringat sampai membasahi pelepah kurma yang digunakan sebagai alas tidurnya. Sesaat kemudian, tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam.

Sang tamu bertanya, “Assalamu’alaikum. Bolehkah saya masuk?”

Siti Fatimah tidak langsung mengijinkannya  masuk, “Wa’alaikumsalam. maaf ayahku sedang sakit.”

Ia kembali menemui Rosululloh dan ternyata beliau sudah membuka mata sembari bertanya, “Siapakah dia wahai anakku?”

Siti Fatimah menjawab dengan lemah lembut, “Tidak tahu Ayah,  sepertinya baru kali ini aku melihatnya.”

Selanjutnya Rosulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan jiwa, sembari bersabda,  “Ketahuilah wahai Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah juga yang akan memisahkan kita dengan dunia. Dialah Malaikatul Maut.”

Seketika Fatimah terhenyak dan berusaha menahan tangisnya.

Ketika Malaikat Izroil mendekat, Rosulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu Mulia ini.

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wa salam bertanya dengan suara yang lemah, “Jibril, katakanlah apa hakku nanti di hadapan Allah.”

Malaikat Jibril menjawab, “Semua pintu langit telah dibuka. Para Malaikat telah menanti Ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu.”

Namun demikain, ternyata yang disampaikan Malaikat Jibril tidak membuat hati Rosululloh senang. Sorot mata beliau masih dipenuhi kecemasan.

Malaikat Jibril bertanya, “Ya Rosululloh, apakah engkau tidak senang mendengar kabar ini?”

Rosululloh bersabda, “Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

Malaikat Jibril menjawab, “Jangan khawatir ya Rosululloh. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, yakni Kuharamkan Syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya.”

Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan ruh Rosulullah Sholallohu ‘alaihi Wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rosululloh bersimbah keringat dingin. Urat  leher beliau mulai menegang.

Rosululloh menyampaikan sesuatu ke Malaikat Jibril dengan nada lirih,   “Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini.”

Fatimah tak kuasa menatap Ayahnya, ia memejamkan matanya. Sayyidina Ali pun yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibril pun memalingkan wajahnya.

Rosululloh bertanya,  “Jibril, jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu dariku?”

Malaikat Jibril berkata,  “Ya Rosululloh, siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajalnya?”

Kemudian terdengar Rosululloh memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. “Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya sakaratul maut ini. Timpakan saja semua siksa sakaratul maut ini kepadaku, janganlah Engkau timpakan pada umatku.”

Sekujur tubuh Rosulullah mulai dingin, sebagian tubuhnya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rosulullah Sholallohu ‘alaihi Wa salam.

“Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum.”

Rosululloh berpesan, “jagalah sholat kalian dan peliharalah orang-orang lemah diantara kalian.”

Tangisan hadirin pun tak tertahankan…. Sahabat Rosululloh saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Sayyidina Ali pun kembali mendekatkan telinga di bibir Rosulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.

“Ummatii…Ummatii….Ummatii.”

Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.

Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, manusia paling mulia telah kembali yang maha memiliki segalanya, di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 Hijriyah.  Smoga sholawat dan salam senantiasa tercurah untuk Rosululloh Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wassalam.

Ila Hadroti Sayyidina wa Habibina Rosulullohi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wassalam Al Fatihah …

Image’s cited from : http://channel-nahdliyyin.blogspot.com/2013/05/dahsyatnya-bacaan-sholawat.html

The Right Choice

0

right wrong choice

Saya awali dengan cerita seorang ilmuwan besar yang hidup sekitar 200 tahun sebelum masehi, yakni Archimedes.
Archimedes adalah seorang ilmuwan yang hidup dimasa raja Hiero 2, di sisilia.
Pada suatu kala, raja memiliki kegundahan ketika seorang kerabatnya bertanya apakah mahkota yang dikenakannya terbuat dari emas murni atau ada campuran dengan logam yang lain.
Saat itu, archimedes telah dikenal sbg seorang ilmuwan yang cerdas.
Karenanya, sang raja memanggil archimedes untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Sang Raja memerintahkan arcimedes untuk menentukan apakah mahkota yang digunakannya terbuat dari emas murni atau tidak.
Sejak saat itu, arcimedes terus berpikir keras untuk memecahkan masalah tersebut.
Sampai tiba saatnya, dalam kepenatan ia berpikir.. Ia ingin berendam dalam bath tab miliknya. Ia isi penuh bath tab.. Lalu ia masuk kedalamnya..
Sesaat ia perhatikan bahwa air dari bath tab tumpah keluar sebanyak volume dirinya yang terendam.
Eureka!.. Ia mendapatkan sesuatu.
Archimedes menyadari bahwa efek ini dapat digunakan untuk menghitung volume dan kandungan dari mahkota tersebut. Dengan membagi berat mahkota dengan volume air yang dipindahkan, kerapatan dan berat jenis dari mahkota bisa diperoleh.
Berat Jenis mahkota akan lebih rendah daripada berat jenis emas murni apabila pembuat mahkota tersebut berlaku curang dan menambahkan perak ataupun logam dengan berat jenis yang lebih rendah.

Dari sekelumit cerita tesebut,
Ada hal yang bisa kita petik dan dijadikan pelajaran.
Kita telah diciptakan oleh Alloh dalam bentuk yang sebaik-baiknya.. Akal pikiran kita senantiasa bisa digunakan untuk memecahkan berbagai macam masalah.
Seperti hanya Archimedes, seyogyanya kita senantiasa berpikir untuk menyelesaikan segala hal yang dihadapi.

Namun demikian, terkadang kita berpikir keras saja tidak cukup. Dalam hal ini saya beri contoh dalam menentukan pilihan. Ada yang bilang bahwa  hidup kita di dunia antara huruf  birth  (B) dan death (D). Oleh karena antara huruf ‘B’ dan ‘D’ adalah ‘C’ untuk  Choice, sehingga
banyak yang mengartikan bahwa Hidup itu adalah pilihan.Terkadang kita dilingkupi keraguan dalam menentukan keputusan atau pilihan yang tepat. Segala argumen yang diungkapkan tidak bisa mempengaruhi keputusan (takdir) Alloh.
Tentunya sebagai makhluk, kita tidak bisa mengandalkan segala pikiran kita dlm menyelesaikan segalanya. Berpikir keras saja tidak cukup.
Dalam kefanaan hidup  didunia ini.. kita memerlukan tuntunan-Nya dalam menentukan pilihan atau keputusan mana yang akan kita ambil.
Dalam Qur’an 59:18, dinyatakan bahwa seorang hamba perlu memperhatikan apa yang telah dilakukannya sehingga berhati-hati kehidupan selanjutnya untuk bekal (akhirat). Dengan taqorub ilalloh (mendekatkan diri pada Alloh),  Insya Alloh segala  pilihan/keputusan yang kita ambil..  senantiasa merupakan  yang terbaik disisi Alloh.
Sehingga segala upaya dan kerja cerdas yang kita lakukan tidak sia-sia,  karena senantiasa dalam tuntunan-Nya.

Semoga kita senantiasa diberikan yang terbaik dari Alloh, aamiin YRA.

Image’s cited from : http://www.educationnews.org/education-policy-and-politics/think-twice-review-analyzes-overstaffing-research/

 

 

Hitam Pekat

4

dark

Hidup tak berasa hidup
Itulah hidup saat kematian menjelang
Tersentak dan terisak tak berkesudahan
Asa pun terbersit tuk kembali dan beramal shaleh, namun…
Malaikat Izroil tak memberi pilihan

Pundi harta tak bisa membantu
Elok rupa tak bisa menolong
Kata tidak pun… tak bisa terucap
Alam kubur nan gelap mulai terbayang
Terjebak menuju dalam hitam pekat kegelapan abadi

(image’s cited from :http://vimeo.com/47071531)

My Math

2

math_makes_ur_life_add_up

Sejak dari bangku sekolah dasar, matematika sering kali dianggap pelajaran momok. Tak cuma si anak yang kebingungan, orang tua pun sering dibuat kalang kabut. Segala daya dikerahkan para orang tua bagi anaknya agar bisa memahami matematika, mulai dari mengikuti les sampai bimbingan belajar.
Ada apa dengan matematika?
Apakah ada yang salah dengan cara belajar matematika?
Perlu disadari bahwa belajar matematika tidak hanya sekedar belajar menghitung. Kalau hanya menghitung, sudah ada kalkulator dan komputer, ngapain repot-repot mikir. Tapi, sebagian besar orang ‘berpikir’ seperti itu.

Ternyata pengertian matematika pun, agak melenceng dari konsep matematika sebenarnya. Tengok saja pengertian (definisi) matematika yang ada dalam kamus bahasa indonesia. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, matematika adalah “ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan”. Ini telah membuat kita terjebak pada definisi yang kurang tepat. Kalimat ini bukan rumusan yang tepat, sekalipun dapat dikatakan memadai untuk dicantumkan dalam kamus. Ada cabang matematika yang tidak langsung berurusan dengan bilangan, misalnya geometri, topologi, teori graf serta logika matematika.

Sementara itu, dari wikipedia, “mathematics is the body of knowledge centered on such concepts as quantity, structure, space, and change, and also the academic discipline that studies them”. Dalam matematika diuji kebenaran sebuah pernyataan, diteliti makna atau implikasi dari setiap kata yang terdapat didalamnya, serta dicoba dikembangkan pernyataan-pernyataan lain yang berkaitan. Sudah tentu, pernyataan tersebut bisa tentang apa saja, yang jelas ini terkait dengan konsep dari kuantitas, struktur, ruang, dan perubahan. Namun demikian, untuk memudahkan mempelajari dan mencermatinya, salah satu obyek yang menarik untuk dicermati adalah bilangan.

Hal inilah yang membuat persepsi setiap orang terhadap matematika senantiasa terkait dengan bilangan dan operasinya. Pada sesi berikutnya akan dijelaskan tentang motivasi yang terkait dengan indahnya pola pikir matematika dalam suatu konteks pembelajaran. Selain itu, akan diberikan juga paparan yang terkait dengan pemodelan dan beberapa aplikasi matematika, sehingga diharapkan pembaca akan termotivasi untuk memahami konsep matematika dengan benar.

Pada suatu kelas dimana mata pelajaran matematika diberikan, hasil yang diharapkan adalah meliputi hal-hal berikut ini :
a. mampu memahami konsep dasar matematika dan operasi dasar.
b. dapat menikmati matematika dan membangun kepercayaan diri dalam menggunakan matematika.
c. mampu belajar menganalisis dan memberikan argumen dalam setiap langkah penyelesaian matematika.

Dalam mempelajari, matematika memerlukan kemampuan problem solving, berpikir kritis dan analitis, intuisi dan perencanaan yang tajam, serta kerja keras. Ini merupakan bekal yang sangat diperlukan setiap orang untuk menyongsong segala jenis tantangan atau pekerjaan di masa yang akan datang. Karena walaupun teknologi informasi dan komunikasi secanggih apapun, tetap perlu dukungan kemampuan orang yang membuat, memodifikasi dan mengendalikan teknologi tersebut. Seperti diungkapkan oleh B.F. Skinner (1904-1990) :
“The real question is not whether machines think, but whether men do”
Jadi, percuma mempunyai hardware yang canggih dan software yang mumpuni, jika brainware (orang yang terkait dengan pekerjaan itu) tidak mampu menggunakannya secara maksimal dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Berdasarkan kurikulum yang disarankan oleh The International Bureau of Education UNESCO (The International Comission on Education for the 21 st Century), ada empat pilar pendidikan yang perlu dikembangan setiap perguruan tinggi :
Learning to know
• Learning to do
• Learning to be
• Learning to live together

Keempat pilar tersebut akan memberikan bekal berupa life long learning. Sejalan dengan ini, setiap orang harus memahami bahwa tujuan proses belajar adalah memaksimalkan potensi yang dimiliki orang tersebut. Salah satu upaya memaksimalkan potensi tersebut dapat dilakukan dan ditempa dengan baik, melalui proses peningkatan kemampuan memahami dan membangun ide dalam suatu problem solving. Perhatikan bahwa, pola seperti ini senantiasa muncul dalam matematika. Dengan demikian, diharapkan pola pikir setiap orang akan tertata dalam konteks pemahaman dan kemampuan analisis yang tajam, sehingga siap dalam menyongsong segala tantangan yang akan muncul di masa depan.

Setelah belajar matematika, ada beberapa pola pikir yang seharusnya menjadi outcome pembelajaran bagi setiap orang yang mempejarinya, antara lain :
• Problem Solving
Kemampuan memahami dan menganalisis segala permasalahan dan membangun ide penyelesaian untuk masalah tersebut.
• Communication
Kemampuan menyampaikan ide penyelesaian dan memberikan penjelasan penyelesaian secara tuntas.
• Connections
Kemampuan dalam menjelaskan keterkaitan antar parameter yang terlibat dalam suatu persamaan atau sistem, dan senantiasa bisa memberikan benang merah dari suatu penjelasan yang diberikan.
• Reasoning
Kemampuan memberikan argumen dari setiap langkah penyelesaian berdasarkan konsep yang telah diketahui sebelumnya.

Sesungguhnya, tidak ada hasil maksimum yang diperoleh dengan cara instan. Hal ini berarti bahwa untuk mencapai segala tujuan dengan baik diperlukan suatu proses yang baik pula. Pola pikir diterapkan dalam perkuliahan matematika, dengan tujuan akan menjadi kebiasaan dalam berprilaku di masyarakat, baik dalam dunia akademik maupun kehidupan
Dengan demikian, filosofi dasar bagi setiap orang untuk belajar matematika adalah :
• Segala sesuatu dilakukan step by step
• Kesempurnaan dalam berusaha
• Argumen yang tepat dalam setiap langkah
• Benang merah dalam menyampaikan solusi.

Tak hanya dalam mempelajari matematika, keempat hal tersebut juga merupakan suatu hal yang penting (sebagai bekal) dalam mengarungi kehidupan sekarang dan masa mendatang. Setelah menyempurnakan ikhtiar, selanjutnya serahkan segalanya kepada Allah dan bersyukur serta bertawaqal atas segala hasil yang diperoleh.

(Image is cited from : http://www.bisd.us/benavides/math.htm)

Asa, Ikhtiar, dan Ikhlas

2

kerja-keras

Mungkin aku tak seharum bunga mawar;
Mungkin aku tak seindah langit sore   (by coklat)

Waktu terus berlalu dan tak akan pernah kembali. Segala apa yang dihadapi, lakukan dengan kesungguhan (Be passionate), persembahkan usaha yang terbaik (Do the best), dan senantiasa memberikan manfaat untuk kingkungan (Give more).

Setiap saat, persiapkan segalanya dengan keluasan hati…
Terkadang hati tak tenang saat harapan tak tercapai. Semakin besar pengharapan pada suatu asa, semakin besar pula  usaha yang perlu disiapkan untuk meredam kekecewaan.

Perlu disadari…
Kewajiban kita hanya memaksimalkan ikhtiar dan senantiasa melakukan yang terbaik, selanjutnya sandarkan segala harapan dalam bentuk keikhlasan  kepada-Nya. Karena itu, tanamlah  sejuta kebaikan untuk sesama dan berikan pupuk keikhlasan padanya, maka Sang pemberi berkah  akan memberikan yang terbaik untuk kita semua. aamiin YRA

(image is cited from http://www.langitberita.com/top-lists/40317/inilah-7-alasan-kenapa-anda-tidak-boleh-kerja-lembur/)

BDG – Be Passionate, Do the best, and Give more

5

Apakah kita termasuk orang yang sukses? Mungkin pertanyaan itu adalah sebagian yang kita pikirkan untuk perenungan eksistensi kita sebagai makhluk. Salah satu parameter yang bisa kita jadikan sebagai acuan untuk mengukur kesuksesan kita adalah kita mengetahui posisi kita terhadap diri kita sendiri, lingkungan dan Tuhan. Be Passionate dalam menghadapi segala ‘pekerjaan’.  Tentunya perlu disadari  bahwa tak ada yang mengetahui apakah seseorang passion atau tidak terhadap segala pekerjaan yang dihadapinya, kecuali orang tersebut dan Yang Maha Mengetahui. Karena itu  dengan passion seseorang  senantiasa menanamkan  kesadaran terhadap diri sendiri terhadap suatu hal yang sedang dihadapinya. Ingatlah bahwa  kita dianjurkan  senantiasa sabar terhadap segala yang menimpa, baik sesuatu yang tidak menyenangkan maupun yang menyenangkan. Saat kita passion dalam mengerjakan sesuatu,  lebih dari separuh  langkah untuk memperoleh hasil terbaik sudah direngkuh.

Namun demikian, passion saja tak cukup.  Dianjurkan agar setiap orang  melakukan yang terbaik (Do the best) dalam mengerjakan segala hal. Parameter baik atau tidaknya suatu usaha yang kita lakukan, yang mengukur adalah lingkungan kita. Hal inilah yang mendasari pemikiran bahwa filosofi untuk senantiasa melakukan  yang terbaik didasarkan pada asas kemanfaatan untuk lingkungan kita. Karena kita bagian dari lingkungan tersebut, Insya Alloh kita dapat  merasakan manfaat dari apa yang kita berikan untuk lingkungan.  Karenanya, semestinya kita  tidak berpikir hal terbaik untuk dirinya sendiri, tapi berbuat terbaiklah  untuk lingkungan kita. Sebaik-baiknya orang adalah yang memberikan manfaat buat orang lain. Yang perlu digarisbawahi adalah orientasi pemahaman melakukan yang terbaik adalah bentuk usahanya, bukan hasil.  The perfect on effort memberikan makna bahwa terkait hasil diserahkan kepada Yang Maha Penentu Segalanya  (tawakal). Perlu disadari bahwa, kita tidak memiliki  kemampuan apapun tanpa kehendak-Nya. Seperti halnya   setetes air di lautan yang luas, kita sama sekali tidak bermakna. Dalam suatu cerita, isi wejangan Dewa ruci kepada Bima mengatakanm bahwa siapa yang mengenal dirinya akan mengenal pula Tuhannya. Bukankah, Alloh sangat menyukai orang yang memberi manfaat utk orang lain. Saatnya kita memberikan makna.

Apakah kita sudah melakukan segala pekerjaan  yang kita hadapi dengan kesungguhan hati? Apakah kita sudah melakukan segala pekerjaan dengan tekad usaha yang terbaik? Selanjutnya, kesadaran terhadap posisi diri kita dihadapan Tuhan tergambar dari apa yang kita berikan untuk orang lain (Give more). Bagaimana kita bisa memberikan manfaat lebih pada orang lain, lingkungan dan bangsa ini bahkan lebih jauh untuk seluruh alam, jika kita tidak pernah bersungguh-sungguh (passionate) dan melakukan yang terbaik (do the best) terhadap segala apa yang kita hadapi.

Nobody knows, the way it’s gonna be…  We should  :

  • Be passionate
  • Do the best
  • Give more

and lean our hopes (only) on God.

Sejatinya, kesuksesan seseorang adalah kombinasi tiga hal yakni capaian kepuasan seseorang, manfaat bagi lingkungan, dan bertambah beratnya timbangan kebaikan dimata Alloh SWT.

Semoga kita termasuk golongan orang yang sukses. aamiin YRA.

(Image is cited from : http://ultimateyouthworker.blogspot.com/2012_07_01_archive.html)

Go to Top