Posts tagged kultum

La takhaf wa la tahzan

0

Screen Shot 2013-11-08 at 4.38.49 AM

Masih terngiang ungkapan seorang sahabat tat kala kepenatan dunia melanda, “La takhaf wa la tahzan”. Suatu hal yang manusiawi bahwa terkadang kita khawatir pada suatu kondisi dan kecewa pada suatu keadaan.   Semakin besar pengharapan, semakin besar rasa kecewa yang mengikutinya saat harapan tidak terjadi. Terkadang kita mengumbar rasa khawatir bahkan  kecewa pada orang lain dalam hati kita. Sudahkah kita merenung, adakah orang lain yang khawatir atau  kecewa karena keberadaan kita?

Peran kita sebagai makhluk sosial, tentunya ini menempatkan akan  kita sebagai pribadi (yang seharusnya) fleksibel. Kita dapat berperan sebagai penerima atau pemberi, penolong atau yang ditolong, dan seterusnya. Karenanya, kita sebagai sesama makhluk Alloh, sudah sepatutnya melakukan tolong menolong dalam kebaikan. Terkadang kita terlena menjadi pribadi yang ‘pasif’, seolah tak berdaya untuk memberi. Hal ini membawa kita terjebak dalam situasi dimana terlalu berharap pada orang lain. Padahal, kita seharusnya jangan berharap banyak pada manusia karena sesungguhnya hanya kepada Alloh kita bergantung.

Dari Abu Hurairah, Rasululloh SAW bersabda: Barang siapa yang melepaskan  kesulitan seorang mu’min dari suatu kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitannya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, niscaya akan Allah memudahkan baginya urusan di dunia dan akhirat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya suka menolong saudaranya… (HR Muslim)
Dalam satu kesempatan lain, Rasulullah SAW ditanya: “Siapakah orang terbaik?” Beliau menjawab : “Yang paling bermanfaat bagi sesama manusia”.
Saat kita mampu memberikan manfaat untuk orang lain, Alloh akan memudahkan segala urusan kita.

So, La takhaf wa la tahzan… tetaplah berkontribusi positif untuk lingkungan.
Dalam kesempatan hidup didunia yang fana ini, mari kita melakukan yang terbaik agar keberadaan kita dirasakan manfaatnya oleh lingkungan.
Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya sehingga menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Aamiin YRA.

Image’s cited from http://www.magforwomen.com/15-tips-to-help-others-in-small-ways/

The Right Choice

0

right wrong choice

Saya awali dengan cerita seorang ilmuwan besar yang hidup sekitar 200 tahun sebelum masehi, yakni Archimedes.
Archimedes adalah seorang ilmuwan yang hidup dimasa raja Hiero 2, di sisilia.
Pada suatu kala, raja memiliki kegundahan ketika seorang kerabatnya bertanya apakah mahkota yang dikenakannya terbuat dari emas murni atau ada campuran dengan logam yang lain.
Saat itu, archimedes telah dikenal sbg seorang ilmuwan yang cerdas.
Karenanya, sang raja memanggil archimedes untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Sang Raja memerintahkan arcimedes untuk menentukan apakah mahkota yang digunakannya terbuat dari emas murni atau tidak.
Sejak saat itu, arcimedes terus berpikir keras untuk memecahkan masalah tersebut.
Sampai tiba saatnya, dalam kepenatan ia berpikir.. Ia ingin berendam dalam bath tab miliknya. Ia isi penuh bath tab.. Lalu ia masuk kedalamnya..
Sesaat ia perhatikan bahwa air dari bath tab tumpah keluar sebanyak volume dirinya yang terendam.
Eureka!.. Ia mendapatkan sesuatu.
Archimedes menyadari bahwa efek ini dapat digunakan untuk menghitung volume dan kandungan dari mahkota tersebut. Dengan membagi berat mahkota dengan volume air yang dipindahkan, kerapatan dan berat jenis dari mahkota bisa diperoleh.
Berat Jenis mahkota akan lebih rendah daripada berat jenis emas murni apabila pembuat mahkota tersebut berlaku curang dan menambahkan perak ataupun logam dengan berat jenis yang lebih rendah.

Dari sekelumit cerita tesebut,
Ada hal yang bisa kita petik dan dijadikan pelajaran.
Kita telah diciptakan oleh Alloh dalam bentuk yang sebaik-baiknya.. Akal pikiran kita senantiasa bisa digunakan untuk memecahkan berbagai macam masalah.
Seperti hanya Archimedes, seyogyanya kita senantiasa berpikir untuk menyelesaikan segala hal yang dihadapi.

Namun demikian, terkadang kita berpikir keras saja tidak cukup. Dalam hal ini saya beri contoh dalam menentukan pilihan. Ada yang bilang bahwa  hidup kita di dunia antara huruf  birth  (B) dan death (D). Oleh karena antara huruf ‘B’ dan ‘D’ adalah ‘C’ untuk  Choice, sehingga
banyak yang mengartikan bahwa Hidup itu adalah pilihan.Terkadang kita dilingkupi keraguan dalam menentukan keputusan atau pilihan yang tepat. Segala argumen yang diungkapkan tidak bisa mempengaruhi keputusan (takdir) Alloh.
Tentunya sebagai makhluk, kita tidak bisa mengandalkan segala pikiran kita dlm menyelesaikan segalanya. Berpikir keras saja tidak cukup.
Dalam kefanaan hidup  didunia ini.. kita memerlukan tuntunan-Nya dalam menentukan pilihan atau keputusan mana yang akan kita ambil.
Dalam Qur’an 59:18, dinyatakan bahwa seorang hamba perlu memperhatikan apa yang telah dilakukannya sehingga berhati-hati kehidupan selanjutnya untuk bekal (akhirat). Dengan taqorub ilalloh (mendekatkan diri pada Alloh),  Insya Alloh segala  pilihan/keputusan yang kita ambil..  senantiasa merupakan  yang terbaik disisi Alloh.
Sehingga segala upaya dan kerja cerdas yang kita lakukan tidak sia-sia,  karena senantiasa dalam tuntunan-Nya.

Semoga kita senantiasa diberikan yang terbaik dari Alloh, aamiin YRA.

Image’s cited from : http://www.educationnews.org/education-policy-and-politics/think-twice-review-analyzes-overstaffing-research/

 

 

Hitam Pekat

4

dark

Hidup tak berasa hidup
Itulah hidup saat kematian menjelang
Tersentak dan terisak tak berkesudahan
Asa pun terbersit tuk kembali dan beramal shaleh, namun…
Malaikat Izroil tak memberi pilihan

Pundi harta tak bisa membantu
Elok rupa tak bisa menolong
Kata tidak pun… tak bisa terucap
Alam kubur nan gelap mulai terbayang
Terjebak menuju dalam hitam pekat kegelapan abadi

(image’s cited from :http://vimeo.com/47071531)

Go to Top