Posts tagged dosen

Metamorfosis Dunia Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19

0
Photo: Dialog dengan orang tua mahasiswa Tel-U
 
Pandemi COVID-19, yang mengakibatkan perubahan secara tiba-tiba dalam keseharian individu dan masyarakat dalam beraktifitas, membawa perubahan yang luar biasa untuk semua bidang. Salah satu yang terdampak paling besar adalah bidang pendidikan, sehingga belajar dari rumah merupakan keniscayaan.
 
Sekitar 7,5 juta mahasiswa dan hampir 45 juta pelajar sekolah dasar dan menengah “dipaksa” melakukan pembelajaran dari rumah. Disrupsi teknologi terjadi di dunia pendidikan, di mana pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan 100 persen di sekolah secara tiba-tiba mengalami perubahan yang sangat drastis. Tidak bisa ditampik bahwa lebih dari 50 persen pelajar dan mahasiswa berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah — ini adalah data sebelum pandemi terjadi; data setelah pandemi mungkin bisa lebih besar dari itu. Seperti halnya prediksi para ekonom, pandemi ini berpotensi memperburuk kondisi berbagai sektor, terutama ekonomi masyarakat.
 
Pembelajaran dari rumah benar-benar dirasa berat bagi guru/dosen, para pelajar dan mahasiswa, bahkan orang tua. Semua lini masyarakat dipaksa bertransformasi dan beradaptasi pada kondisi pandemik ini. Banyak yang dapat dilakukan untuk setidaknya mengurangi dampak di bidang pendidikan, yakni melalui strategi pembelajaran jarak jauh (online). Bagi masyarakat yang mampu secara ekonomi, berpindah ke strategi pembelajaran online akan lebih mudah dilakukan meski pada kenyataannya pasti banyak upaya dan tantangan yang dihadapi baik oleh guru/dosen maupun para pelajar dan mahasiswa, bahkan orang tua mereka.
 
Yang paling terkena dampak adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Belum seragamnya proses pembelajaran terkait standar maupun kualitas capaian pembelajaran yang diinginkan hingga saat ini masih menjadi problematika besar di dunia pendidikan. Perubahan mendadak sistem pembelajaran yang berubah menjadi online, selain menimbulkan tekanan baik secara fisik maupun mental bagi siswa, guru, bahkan orang tua, juga membuat sekolah sulit menentukan tolok ukur capaian pembelajaran yang sama.
 
Jika pelaku dunia pendidikan tidak bertindak dengan cepat dan tepat, maka ketidaksetaraan fasilitas pembelajaran yang meliputi konektivitas internet dan peralatan komunikasi seperti laptop atau smartphone akan mengakibatkan kesenjangan yang semakin tajam.
 
Beruntung pemerintah telah mengantisipasi hal ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dengan menginisiasi program Belajar dari Rumah. Program ini akan ditayangkan di TVRI mulai 13 April 2020. TVRI, yang selama ini menjadi media satu arah dalam menyampaikan informasi publik, menjadi solusi yang inovatif ketika dimanfaatkan menjadi sumber informasi dan sumber edukasi bagi dunia pendidikan, terutama mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Positioning TVRI bergeser di benak generasi milenial pada saat ini: di kala generasi milenial sudah mulai tidak berinteraksi dengan tayangan di TVRI, siswa sekarang kembali intens mencari sumber informasi dan menjadikan media televisi sebagai sumber belajar satu arah.
 
Namun demikian, efektivitas dari program ini tentunya tidak bisa disetarakan dengan interaksi pembelajaran langsung. Perbedaan pola pembelajaran yang biasanya on-site menjadi online, yang biasanya pembelajaran tatap muka menjadi tatap layar, memunculkan peluang baru di dunia pendidikan untuk terus dikembangkan.
 
Transformasi dan adaptasi menjadikan peranan orang tua sebagai kunci keberhasilan untuk menghadapi situasi ini. Orang tua, sebagai pintu pertama perubahan ini, harus mampu beradaptasi terlebih dahulu sehingga orang tua mampu menjadi pendamping atau mentor perubahan bagi anak-anaknya di rumah. Semua orang tua berharap menjadikan anaknya orang yang terpelajar atau terdidik dengan baik (well-educated). Kenapa demikian, karena persoalan-persoalan yang akan muncul di masa depan bisa dipastikan akan bertambah kompleks dan rumit. Seseorang yang terdidik dengan baik dicirikan dengan sudut pandang yang lengkap dan perilaku yang baik dalam menghadapi berbagai masalah.
 
Oleh karena itu, masa pandemik ini menjadi sebuah peluang untuk menyadarkan setiap orang tua bahwa beban pendidikan anak tidak bisa hanya diserahkan kepada guru/dosen semata, karena sesungguhnya proses pembelajaran merupakan proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Orang tua yang menjadi mentor dan pendamping di rumah merupakan role model perubahan sikap bagi siswa dalam berperilaku dan menghadapi permasalahan saat ini. Orang tua harus mampu belajar kembali bersama anak-anak di rumah, menanamkan pola berpikir yang positif sehingga mampu menghadapi pandemi ini sebagai sebuah polah hidup baru yang harus dibiasakan untuk dijalani. Sudah sepatutnya kesadaran semacam ini muncul dari setiap elemen pendidikan, guru/dosen, para pelajar, atau mahasiswa (baca: pembelajar), termasuk orang tua. Karena sesungguhnya, pembelajaran tidak hanya fokus pada objek yang dipelajari, tetapi setiap pendidik dan pembelajar fokus juga pada bagaimana caranya berpikir dan berperilaku terhadap yang dipelajarinya. Hal ini berarti ranah pembelajaran tidak hanya mencakup keahlian/skills, juga bukan saja terhadap ilmu/knowledge tetapi juga mencakup pola pikir/mindset dalam menghadapi suatu permasalahan. Terbentuknya pola pikir yang siap leading dalam menghadapi kompleksitas dan kerumitan yang akan muncul pada masa mendatang menjadi bekal penting bagi setiap individu. Selain itu pola pikir positif merupakan syarat cukup agar seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga berperilaku yang baik pula. Pola pikir positif akan memudahkan dalam implementasi setiap materi pembelajaran yang diperlukan oleh para pembelajar (pelajar dan mahasiswa). Di sinilah peranan orang tua sebagai mentor/pendamping dan juga role model sesungguhnya.
 
Nelson Mandela pernah berkata bahwa pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Sementara itu, Malcolm X juga berpendapat bahwa pendidikan merupakan paspor untuk masa depan, karenanya hari esok merupakan milik orang-orang yang mempersiapkan diri pada hari ini. Tentunya peran kita semua adalah sebagai pendidik dan pembelajar. Suatu saat, pelajar dan mahasiswa berperan sebagai pembelajar, di saat lain mereka berperan sebagai pendidik, paling tidak untuk mendidik dirinya sendiri dalam kedisiplinan dan menanamkan kesadaran untuk terus berperilaku baik. Begitu juga guru/dosen, termasuk orang tua, tidak mungkin bisa menjadi pendidik yang baik jika tidak pernah mau menjadi pembelajar yang baik. Ali Bin Abi Thalib pun mengingatkan, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.”
 
Segala proses untuk menjadi pendidik maupun pembelajar yang baik tentunya menjadi tanggung jawab bersama. Harapannya, sejauh mana peran kita dalam mengemban amanah sebagai pendidik maupun pembelajar, tetap terbungkus rapi dalam ikhtiar maksimal yang dikelola penuh keihklasan dan kesabaran, terutama di masa pandemik ini. Semoga pandemi COVID-19 lekas berakhir, semua warga bangsa senantiasa sehat, dan proses kehidupan dapat berjalan normal kembali dengan menciptakan manusia-manusia baru yang memiliki pola pikir positif yang sarat solidaritas sosial.
 
 
Publikasi di :  https://kumparan.com/kumparantech/metamorfosis-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19-1tK7GRI8RjV/full

Insentif Buku Ajar yang telah diterbitkan

0

2ce5ab30-aed0-4369-9f40-63f13f6c8870

Berbeda dengan Hibah Buku Ajar DIKTI 2016,  Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam tahun 2016 akan memberikan insentif bagi dosen perguruan tinggi (PTN/PTS) yang memiliki buku ajar sudah terbit dan memiliki ISBN, melalui mekanisme seleksi. Deadline usulan insentif adalah  15 April 2016, Pukul 14.00 WIB.

Berikut beberapa dokumen terkait yang diperlukan untuk pengajuan insentif :

  1. edaran INSENTIF BUKU AJAR 2016
  2. PANDUAN INSENTIF BUKU AJAR 2016
  3. BIODATA INSENTIF BUKU AJAR 2016

Semoga berhasil, dan tentunya berkah untuk kita semua, aamiin YRA.

 

 

Hibah Buku Ajar DIKTI 2016

4

buku

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam tahun 2016 memberikan kesempatan bagi para dosen/peneliti untuk mengikuti Program Hibah Penulisan Buku Ajar Tahun 2016. edaran HIBAH BUKU TEKS- BUKU AJAR 2016

Deadline : tanggal 8 April 2016, Pukul 14.00 WIB,

Ditujukan kepada:

Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual

u.p. Kepala Subdirektorat Fasilitasi Publikasi Ilmiah Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Gedung BPPT 2 Lantai 20 Jl. M.H. Thamrin No.8 Jakarta 10340,

surel: publikasi@ristekdikti.go.id

Panduan Pengajuan Usulan Program Hibah Penulisan Buku Ajar Tahun 2016 dan beberapa Formulir yang diperlukan, silahkan didownload :

  1. Panduan Hibah Buku AJar 2016
  2. Form Biodata HIbah Buku Ajar 2016
  3. Format Isian Hibah Buku Ajar 2016

Selamat mencoba, semoga diberikan kemudahan dan berhasil mendapatkan Hibah ini, aamiin YRA

 

Bantuan Seminar Luar Negeri dari Kemenristekdikti

2

bsln

Dalam rangka mendiseminasikan hasil penelitian dan diperolehnya masukan untuk penyempurnaan artikel ilmiah sehingga dapat diterbitkan di berkala ilmiah bereputasi internasional, Kemenristekdikti kembali memberikan bantuan bagi kita para dosen/peneliti Indonesia  untuk aktif dalam forum temu ilmiah tingkat internasional. Hibah bantuan seminar luar negeri tahun 2016 telah dibuka, silahkan download panduannya di, PanduanBSLN 2016.pdf

Have a nice conference 🙂

 

Nothing’s gonna change my love for You

1

patience

Sekilas seperti akan membahas lagunya George Benson 🙂

Namun perhatikan judul tulisan ini, saya hanya mengganti you menjadi You.

Harus diakui, kadang kita terlena dengan suatu kondisi, apalagi arus disekitar begitu kuat untuk menghanyutkan kita

Dari mulai obrolan, bacaan, lagu sampai tontonan begitu kuat mempengaruhi kita

Awalnya hiburan, jadi informasi yang berinteraksi dengan logika, pembenaran terjadi…

dan akhirnya bisa menggeser ke-istiqomah-an kita dari ridho-Nya.

 

Alangkah luar biasa, jika kita senantiasa menyadari pergeseran tersebut.

Salah satu cara melatih sensitifitas kesadaran dalam ber-istiqomah di jalan-Nya tentu bukan hal mudah.

Sabar adalah salah satu caranya.

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)

Sungguh ini merupakan anugerah terindah dari Alloh, saat kita bisa bersabar terhadap segala yang dihadapi.

Untuk menjadi sabar, tentunya perlu latihan.

“…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)

Sabar itu perjuangan, seperti halnya diungkapkan Abu Bakar Ash-Shiddiq yaitu: “sangat sulit untuk bersabar, tetapi menyia-nyiakan pahala dari kesabaran itu lebih buruk.

 

Imam Ali bin Abi Thalib RA menyampaikan “Sabar itu ada tiga yakni sabar dalam musibah, sabar dalam taat, dan sabar dalam menjauhi maksiat

Ini membawa pengertian bahwa kita pun harus sabar dalam menjalani segala aspek dalam liku kehidupan.

Tak cukup perkataan “aku ingin tergolong orang-orang yang sabar” tanpa ada tindakan yang nyata.

Di antara kita, sudah tentu, menyadari dan ingin senantiasa istiqomah dalam ridho-Nya.

 

Sungguh ironis jika ada seseorang yang mengaku dirinya beriman lalu mengatakan “kesabaran itu ada batasnya”

Mari kita merenung, mengapa ungkapan tersebut sampai terjadi.

Mungkinkah itu pengaruh dari obrolan, bacaan, lagu sampai tontonan kita, yang memberikan contoh dan selanjutnya kita membenarkan berdasarkan logika kita?

Manusia diperkenankan menggunakan akal dan pikirannya.

Namun demikian,  perlu disadari bahwa logika kita hanyalah logika sebagai makhluk dalam keterbatasan.

Karena itu, disiapkan tuntunan-Nya dalam Al-Qur’an dan Hadits

 

Semoga kita semua termasuk orang yang senantiasa bersabar dalam menghadapi segala sesuatu.

Semoga kita juga mencintai segala yang ada dalam dunia ini adalah karena-Nya.

Semoga kita senantiasa istiqomah berada dalam ridho-Nya

Dengan sabar, harapan itu muncul “Nothing’s gonna change my love for You (Alloh)”.

… Aamiin YRA

 

Image’s cited from : http://aqidahyusri.tumblr.com/post/33065117523/taken-with-instagram

Go to Top