Jumat Berkah

Nasihat Rasul dan Sahabat

 

Dari Abu Hurairah, Rasululloh SAW bersabda: “Barang siapa yang melepaskan kesulitan seorang mu’min dari suatu kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitannya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, niscaya akan Allah memudahkan baginya urusan di dunia dan akhirat….”
Semoga kita termasuk orang yang senantiasa mampu berkontribusi positif dan memberikan manfaat untuk sesama, aamiin YRA

 

Dari Abu Bakar ash Shiddiq r.a., “Tidak ada manfaat dari uang jika tidak dibelanjakan di jalan Allah. Tidak ada kebaikan dalam diri seseorang jika kebodohannya mengalahkan kesabarannya. Dan jika seseorang tertarik dengan pesona dunianya yang rendah, Allah swt tidak akan ridho kepadanya selama dia masih menyimpan hal itu dalam hatinya.”

Kini… hedonisme melanda, kecintaan pada pesona dunia semakin tidak terbendung
Semoga kita termasuk orang yang senantiasa mendapat ridho Alloh, aamiin YRA.

 

Dari Umar bin Khattab r.a., “Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya,” (Ihya’ Ulumuddin 4/203)
Kini… orientasi kemuliaan terkadang bergeser karena harta, kedudukan, dan sejenisnya.
Semoga kita termasuk orang yang senantiasa dimuliakan Allah, aamin YRA

 

Dari Utsman bin Affan r.a., “Segala sesuatu pasti memiliki penyakit, nikmat pun juga punya penyakit. Penyakit agama ini (Islam) adalah orang-orang yang sering menyebar fitnah. Mereka selalu memperlihatkan apa yang kalian senangi dan menyembunyikan apa yang kalian benci. Mereka laksana burung unta yang selalu mengikuti orang yang pertama kali teriak.”

Semoga kita termasuk orang yang senantiasa terhindar dari fitnah, aamiin YRA

 

Dari Ali bin Abi Thalib r.a., “Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba dalam amanah, keikhlasan dan kejujuran. Maka jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tetapi katakan pada masalah AKU PUNYA ALLAH Yang Maha Segalanya”.
Kini… ketakutan akan kehilangan dunia semakin mengelora, hubbud dunya dan melupakan kematian dan yaumul hisab semakin kentara

Semoga kita termasuk orang yang senantiasa terhindar dari semua rasa takut kecuali karena Alloh, aamiin YRA

La takhaf wa la tahzan

Screen Shot 2013-11-08 at 4.38.49 AM

Masih terngiang ungkapan seorang sahabat tat kala kepenatan dunia melanda, “La takhaf wa la tahzan”. Suatu hal yang manusiawi bahwa terkadang kita khawatir pada suatu kondisi dan kecewa pada suatu keadaan.   Semakin besar pengharapan, semakin besar rasa kecewa yang mengikutinya saat harapan tidak terjadi. Terkadang kita mengumbar rasa khawatir bahkan  kecewa pada orang lain dalam hati kita. Sudahkah kita merenung, adakah orang lain yang khawatir atau  kecewa karena keberadaan kita?

Peran kita sebagai makhluk sosial, tentunya ini menempatkan akan  kita sebagai pribadi (yang seharusnya) fleksibel. Kita dapat berperan sebagai penerima atau pemberi, penolong atau yang ditolong, dan seterusnya. Karenanya, kita sebagai sesama makhluk Alloh, sudah sepatutnya melakukan tolong menolong dalam kebaikan. Terkadang kita terlena menjadi pribadi yang ‘pasif’, seolah tak berdaya untuk memberi. Hal ini membawa kita terjebak dalam situasi dimana terlalu berharap pada orang lain. Padahal, kita seharusnya jangan berharap banyak pada manusia karena sesungguhnya hanya kepada Alloh kita bergantung.

Dari Abu Hurairah, Rasululloh SAW bersabda: Barang siapa yang melepaskan  kesulitan seorang mu’min dari suatu kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitannya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, niscaya akan Allah memudahkan baginya urusan di dunia dan akhirat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya suka menolong saudaranya… (HR Muslim)
Dalam satu kesempatan lain, Rasulullah SAW ditanya: “Siapakah orang terbaik?” Beliau menjawab : “Yang paling bermanfaat bagi sesama manusia”.
Saat kita mampu memberikan manfaat untuk orang lain, Alloh akan memudahkan segala urusan kita.

So, La takhaf wa la tahzan… tetaplah berkontribusi positif untuk lingkungan.
Dalam kesempatan hidup didunia yang fana ini, mari kita melakukan yang terbaik agar keberadaan kita dirasakan manfaatnya oleh lingkungan.
Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya sehingga menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Aamiin YRA.

Image’s cited from http://www.magforwomen.com/15-tips-to-help-others-in-small-ways/