Screen Shot 2015-08-04 at 9.50.37 AM

Ucapan “Selamat ulang tahun” sangat lekat dengan lingkungan kita. Tak hanya dikalangan perorangan, tingkat institusi pun senantiasa mengucapkan dan merayakan hari ulang tahun tersebut. Dikalangan akademik, kita sudah sering mendengarnya, yakni dies natalis. Dies Natalis  merupakan suatu peringatan atas hari lahir yang di dalam sejumlah besar budaya dianggap sebagai peristiwa penting yang menandai awal perjalanan kehidupan. Dalam bulan ini pun, sedang berlangsung dies natalis Universitas Telkom ke-2. Dibulan ini pun, seluruh rakyat indonesia bersuka cita merayakan hari kemerdekaan, hari lahirnya bangsa indonesia yang ke -70, 17 agustus. Sebagian besar ulama telah memberikan fatwa terkait dengan  perayaan hari ulang tahun. Namun demikian, saya tidak akan membahas hukum atau fatwa terkait ulang tahun atau milad. Saya lebih tertarik dengan bagaimana kita memaknai atau merenungi peringatan hari lahir atau milad atau pun dies natalis.

 

Bertambahnya usia adalah suatu keniscayaan, namun bertambah dewasa belum tentu. Ungkapan itu seringkali kita ungkapkan atau pun kita  dengar. Salah satu ungkapan Rasulullah yang diriwayatkan Hakim r.a. ““Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka”. Sungguh merupakan pukulan telak bagi kita yang terlalu santai dalam menalani kehidupan ini. Tentunya tidak santai bukan berarti terburu-buru. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.” (HR. Bukhari). Dalam hal ini, santai diartikan tidak peduli terhadap waktu dan  tidak serius (tidak memberikan yang terbaik) dalam setiap amalan.

 

Kembali ke topik milad :), seiring pertambahan usia seyogyanya kita senantiasa menjadi lebih baik.  Menurut saya, pertambahan usia juga linier (sebanding) dengan pertambahan ilmu. Karenanya, dengan bertambahnya usia juga, ilmu kita juga semakin bertambah, karena itu amalan baik kita seharusnya semakin banyak. Seperti halnya ungkapan “Barangsiapa yang bertambah ilmunya akan tetapi tidak bertambah petunjuknya maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali semakin jauh dari Allah.”  (red ilmu dan amal). Dengan Dies Natalis Universitas Telkom, semoga semakin banyak karya yang bermanfaat bagi bangsa, aamiin. Tentunya kontribusi yang bisa dilakukan sangat luas. Diantaranya adalah, mendidik generasi penerus bangsa yang memiliki pola pikir baik, melakukan penelitian yang bisa menaikan martabat bangsa di dunia internasional sehingga bargaining level Indonesia meningkat, dan melakukan pengabdian masyarakat yang bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup. Untuk Indonesia tercinta, usia 70 tahun merupakan simbol kedewasaan bangsa. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik. Tentunya kebaikan suatu negara ditunjukkan oleh insan bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia.  Semoga kita bisa meraih asa dalam ridho-Nya, aamiin YRA.

 

Image’s cited from :  http://3dxforum.com/index.php?/topic/1825-happy-birthday-sayako/,