patience

Sekilas seperti akan membahas lagunya George Benson 🙂

Namun perhatikan judul tulisan ini, saya hanya mengganti you menjadi You.

Harus diakui, kadang kita terlena dengan suatu kondisi, apalagi arus disekitar begitu kuat untuk menghanyutkan kita

Dari mulai obrolan, bacaan, lagu sampai tontonan begitu kuat mempengaruhi kita

Awalnya hiburan, jadi informasi yang berinteraksi dengan logika, pembenaran terjadi…

dan akhirnya bisa menggeser ke-istiqomah-an kita dari ridho-Nya.

 

Alangkah luar biasa, jika kita senantiasa menyadari pergeseran tersebut.

Salah satu cara melatih sensitifitas kesadaran dalam ber-istiqomah di jalan-Nya tentu bukan hal mudah.

Sabar adalah salah satu caranya.

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)

Sungguh ini merupakan anugerah terindah dari Alloh, saat kita bisa bersabar terhadap segala yang dihadapi.

Untuk menjadi sabar, tentunya perlu latihan.

“…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)

Sabar itu perjuangan, seperti halnya diungkapkan Abu Bakar Ash-Shiddiq yaitu: “sangat sulit untuk bersabar, tetapi menyia-nyiakan pahala dari kesabaran itu lebih buruk.

 

Imam Ali bin Abi Thalib RA menyampaikan “Sabar itu ada tiga yakni sabar dalam musibah, sabar dalam taat, dan sabar dalam menjauhi maksiat

Ini membawa pengertian bahwa kita pun harus sabar dalam menjalani segala aspek dalam liku kehidupan.

Tak cukup perkataan “aku ingin tergolong orang-orang yang sabar” tanpa ada tindakan yang nyata.

Di antara kita, sudah tentu, menyadari dan ingin senantiasa istiqomah dalam ridho-Nya.

 

Sungguh ironis jika ada seseorang yang mengaku dirinya beriman lalu mengatakan “kesabaran itu ada batasnya”

Mari kita merenung, mengapa ungkapan tersebut sampai terjadi.

Mungkinkah itu pengaruh dari obrolan, bacaan, lagu sampai tontonan kita, yang memberikan contoh dan selanjutnya kita membenarkan berdasarkan logika kita?

Manusia diperkenankan menggunakan akal dan pikirannya.

Namun demikian,  perlu disadari bahwa logika kita hanyalah logika sebagai makhluk dalam keterbatasan.

Karena itu, disiapkan tuntunan-Nya dalam Al-Qur’an dan Hadits

 

Semoga kita semua termasuk orang yang senantiasa bersabar dalam menghadapi segala sesuatu.

Semoga kita juga mencintai segala yang ada dalam dunia ini adalah karena-Nya.

Semoga kita senantiasa istiqomah berada dalam ridho-Nya

Dengan sabar, harapan itu muncul “Nothing’s gonna change my love for You (Alloh)”.

… Aamiin YRA

 

Image’s cited from : http://aqidahyusri.tumblr.com/post/33065117523/taken-with-instagram